Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 24 April 2026 | Sabtu malam, Stadion San Siro menjadi saksi sebuah pertarungan dramatis dalam edisi semifinal Coppa Italia 2025/2026 antara Inter Milan dan Como. Tim asuhan Francesco Chivu, yang sempat berada di posisi terpuruk 0-2 di babak pertama, berhasil melakukan comeback luar biasa dan mengamankan kemenangan 3-2 berkat kontribusi gemilang Hakan Calhanoglu dan penyerang muda Luka Sucic. Kemenangan ini menempatkan Inter kembali di puncak kompetisi nasional dan mengukir sejarah sebagai tim dengan jumlah final Coppa Italia ketiga terbanyak, hanya di belakang Juventus dan Roma.
Gol pembuka datang lebih dulu bagi Como melalui Marco Baturina pada menit ke-32. Gol tersebut memberi dorongan moral bagi tim tamu, yang kemudian menambah keunggulan menjadi 2-0 lewat gol dari Da Cunha pada menit ke-48. Pada saat itu, banyak yang mengira laga ini akan berakhir dengan mudahnya kemenangan Como, mengingat Inter belum menemukan ritme serangnya.
Namun, pelatih Chivu tidak menyerah. Pada menit ke-69, Calhanoglu menegaskan kembali keberadaan Inter dengan tembakan jarak jauh yang melesat ke sudut gawang, memotong selisih menjadi 2-1. Tekanan terus meningkat, dan hanya 17 menit kemudian, Calhanoglu kembali mencetak gol, kali ini melalui sundulan kepala yang menyeimbangkan kedudukan menjadi 2-2. Gol tersebut tidak hanya menghidupkan kembali harapan Inter, tetapi juga menegaskan peran pentingnya di lapangan, menjadi pemain pertama dalam sejarah klub yang terlibat dalam tiga gol (dua gol dan satu assist) dalam satu pertandingan.
Luka Sucic, yang masuk sebagai pemain pengganti, menutup aksi dengan gol penentu pada menit ke-89. Serangan balik cepatnya menemukan ruang di area penalti, dan Sucic menempatkan bola tepat di sudut kanan bawah gawang Como, mengunci kemenangan 3-2 untuk Inter. Penampilan Sucic, yang menjadi salah satu pemain cadangan paling berpengaruh dalam turnamen ini, menambah catatan penting bagi Inter dalam mengejar gelar berganda.
Dengan kemenangan ini, Inter melaju ke final Coppa Italia dan akan bertemu dengan pemenang laga antara Atalanta dan Lazio, yang dijadwalkan pada 21 April 2026. Kedua tim tersebut berakhir imbang 2-2 pada pertemuan semifinal mereka, sehingga final akan diputuskan melalui perpanjangan waktu atau adu penalti. Bagi Inter, pertemuan melawan pemenang tersebut menjadi tantangan besar, mengingat mereka harus menambah satu lagi gelar dalam sejarah klub yang kini memiliki 16 final, tertinggal hanya oleh Juventus (22) dan Roma (17).
Pelatih legendaris Fabio Capello, yang kini menjadi konsultan teknis klub, memberikan dukungan penuh kepada Chivu. Capello menegaskan keyakinannya bahwa Inter memiliki peluang besar untuk mengalahkan Lazio di final, sekaligus memperingatkan bahwa pelatih rival, Maurizio Sarri, dikenal memiliki taktik bertahan yang disiplin. Pernyataan tersebut menambah tekanan pada skuad Inter untuk menampilkan permainan ofensif sekaligus solid secara defensif.
Statistik pertandingan menampilkan dominasi Inter di babak kedua. Inter mencatat 13 tembakan, dengan 6 di antaranya mengarah ke gawang, sementara Como hanya memiliki 7 tembakan, dengan 2 tepat mengancam. Penguasaan bola Inter mencapai 58%, menunjukkan bagaimana tim berhasil mengendalikan ritme pertandingan setelah ketinggalan dua gol.
Selain prestasi tim, ada catatan individual yang patut disorot. Calhanoglu, yang baru bergabung pada musim ini, mencetak gol pertamanya dengan kepala, menambah variasi serangan Inter. Luka Sucic, yang sebelumnya jarang mendapatkan menit bermain, kini menjadi pahlawan dengan gol penentu. Di sisi lain, penampilan Marco Baturina dari Como juga patut diapresiasi, mengingat ia berhasil membuka skor melawan tim raksasa.
Dengan masuk ke final, Inter tidak hanya mengejar trofi Coppa Italia, tetapi juga menyiapkan diri untuk kemungkinan meraih double winners, mengingat performa konsisten mereka di Serie A. Jika berhasil, Inter akan menambah koleksi trofi domestik dan meningkatkan reputasi internasionalnya, khususnya menjelang kompetisi Eropa musim depan.
Kesimpulannya, kemenangan dramatis atas Como menegaskan kembali semangat juang Inter Milan. Tim yang dipimpin oleh Chivu kini menatap final dengan keyakinan tinggi, mengandalkan kombinasi pengalaman veteran dan energi pemain muda. Pertarungan melawan pemenang Atalanta-Lazio dijanjikan akan menjadi laga penentu apakah Inter dapat menambah daftar prestasinya di kompetisi bergengsi ini.











