Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 15 April 2026 | Marcus Rashford kembali menjadi sorotan utama dunia sepak bola setelah serangkaian peristiwa yang melibatkan klubnya, Manchester United, dan tim pinjaman Barcelona. Pada pekan ini, beberapa isu penting muncul, mulai dari penolakan UEFA atas keluhan Rashford terkait keputusan wasit, performa gemilangnya di La Liga, hingga spekulasi mengenai kepulangannya ke Old Trafford pada akhir musim ini.
Komplain Rashford terhadap keputusan penalti yang dinilai tidak adil di sebuah laga UEFA baru-baru ini ditolak oleh komite disiplin UEFA. Rashford mengungkapkan ketidakmengertiannya atas keputusan tersebut, namun badan pengatur menganggap tidak ada cukup bukti untuk mengubah hasil. Penolakan ini menambah beban mental pemain Inggris tersebut di tengah jadwal padat kompetisi klub.
Di sisi lain, Rashford menikmati masa pinjaman satu tahun di Barcelona yang dimulai musim lalu. Dalam 42 penampilan di Liga Spanyol, ia mencatat 12 gol dan 13 assist, menjadi salah satu kontributor utama dalam permainan menyerang tim asuhan Hansi Flick. Penampilan konsisten Rashford membuatnya menjadi pilihan utama untuk melanjutkan karier di Camp Nou, terutama mengingat adanya klausul pembelian sebesar £26 juta dalam perjanjian pinjaman.
Namun, keputusan taktik melainkan menimbulkan pertanyaan baru ketika Rashford tidak masuk menjadi starter pada laga UEFA Champions League fase perempat final melawan Atletico Madrid. Pelatih Barcelona, Hansi Flick, memilih menurunkan Robert Lewandowski dan Rashford di bangku cadangan, mengandalkan formasi yang lebih mengutamakan kreativitas tengah. Keputusan ini menuai kritik dari pengamat dan penggemar, mengingat peran penting kedua pemain dalam serangan Barcelona.
Di Inggris, rumor mengenai kepulangan Rashford ke Manchester United semakin menguat. Nicky Butt, legenda United, menilai Rashford masih memiliki potensi besar untuk menghidupkan kembali performa Red Devils. “Jika ia kembali, itu akan menjadi aset berharga bagi Michael Carrick,” ujar Butt. Namun, faktor keuangan menjadi pertimbangan utama. Gaji Rashford saat ini berada di kisaran £325.000 per minggu, dan meskipun ada laporan bahwa ia menerima penurunan gaji selama pinjaman, kepulangan ke United kemungkinan akan mengembalikan gaji ke level sebelumnya, menjadikannya pemain berbayar tertinggi di klub, mengungguli Casemiro yang dibayar £350.000 per minggu.
Situasi keuangan United juga dipengaruhi oleh masa kontrak tiga pemain lain yang akan habis pada akhir musim: Jadon Sancho (sekarang dipinjam ke Aston Villa), Tyrell Malacia, dan kiper cadangan Tom Heaton. Jika ketiganya tidak memperpanjang kontrak, United dapat menghemat hingga £420.000 per minggu, yang berpotensi dialokasikan kembali untuk menutupi beban gaji Rashford bila ia kembali.
Berikut ringkasan data keuangan terkait:
- Gaji Rashford: £325.000 per minggu
- Gaji Casemiro (sebelum keluar): £350.000 per minggu
- Penghematan potensial dari tiga pemain yang keluar: £420.000 per minggu
Sementara itu, performa Rashford di Barcelona tetap menjadi sorotan. Ia menegaskan keinginannya untuk tetap bersama klub Spanyol setelah musim berakhir, bahkan mengungkapkan “Oh yeah, for sure” saat ditanya mengenai masa depannya. Keputusan akhir akan sangat dipengaruhi pada negosiasi antara Manchester United dan Barcelona, serta kebijakan keuangan United yang harus menyeimbangkan buku gaji dengan ambisi kompetitif.
Di luar lapangan, Rashford terus menjadi tokoh sosial yang vokal, terutama dalam isu-isu kemiskinan dan pendidikan di Inggris. Meskipun tidak menjadi fokus utama dalam artikel ini, aktivitas tersebut menambah dimensi lain pada profil publiknya, menjadikan ia bukan hanya bintang sepak bola, melainkan juga figur publik yang berpengaruh.
Kesimpulannya, Marcus Rashford berada pada persimpangan karier yang kritis. Penolakan UEFA atas komplainnya menambah tekanan, namun performa gemilangnya di Barcelona memperkuat posisi tawarnya. Dengan kemungkinan kepulangan ke Manchester United, klub harus menimbang aspek finansial, terutama terkait gaji tinggi Rashford, serta potensi kontribusi taktisnya di Premier League. Keputusan akhir akan menjadi penentu tidak hanya bagi Rashford, tetapi juga bagi strategi jangka panjang Manchester United dalam menata kembali skuad setelah masa kontrak pemain-pemain kunci berakhir.











