Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 21 Juli 2026 | Beberapa kejadian tenggelamnya kapal dan kehilangan jiwa telah terjadi di perairan Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Di Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, seorang bocah berusia 10 tahun tewas tenggelam di Sungai Pitulua saat ikut ibunya ke acara syukuran. Korban diduga kuat tenggelam saat berenang di sungai tersebut.
Sementara itu, di Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, seorang penambang timah bernama Radit dilaporkan hilang tenggelam akibat serangan buaya di Sungai Baturusa. Insiden ini terjadi saat korban bersama rekannya sedang melintasi sungai untuk memindahkan ponton tambang.
Di Jakarta, satu unit ekskavator tercebur ke aliran Kali Cakung Lama karena ponton baja miring. Ekskavator tersebut belum dievakuasi dan masih terjebak di aliran kali.
Operasi pencarian korban KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, memasuki hari keenam dengan intensitas tinggi. Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, memimpin langsung perluasan area pencarian kapal tenggelam tersebut hingga 1.980 mil laut persegi yang dibagi ke dalam lima sektor.
Hingga Senin, dari total 78 penumpang dan awak kapal, sebanyak 59 orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, satu orang meninggal dunia, sementara 18 orang lainnya masih terus diupayakan pencariannya. Perluasan area pencarian dilakukan berdasarkan hasil pemodelan Search and Rescue Mapping Area (SARMAP) yang memprediksi bahwa korban kemungkinan besar terbawa arus ke arah barat daya, mendekati perairan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Basarnas telah menyiagakan Kantor SAR Mataram dan Kantor SAR Denpasar untuk sewaktu-waktu dikerahkan. Operasi pencarian kali ini melibatkan kekuatan besar dari unsur TNI dan Basarnas. Dari TNI Angkatan Laut, dikerahkan KRI Marlin dan KRI Hiu dari Koarmada VI Makassar. Sementara dari TNI Angkatan Udara, Lanud Hasanuddin menerjunkan pesawat patroli maritim Boeing 737-200 serta helikopter yang siaga di lokasi.
Kesimpulan dari kejadian-kejadian tersebut adalah bahwa tenggelamnya kapal dan kehilangan jiwa dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, penting untuk selalu berhati-hati dan waspada ketika beraktivitas di perairan. Selain itu, perlu adanya peningkatan kesadaran dan pengetahuan tentang keselamatan laut serta peningkatan kemampuan dan sumber daya untuk menangani kejadian-kejadian tersebut.











