Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 17 Juli 2026 | Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Semarang mengalami fenomena minimnya murid baru. SDN Purwoyoso 01 misalnya, hanya menerima tiga murid baru pada tahun ajaran 2026/2027. Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan, mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab fenomena ini.
Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti fenomena sekolah dasar negeri yang sepi peminat. Menurutnya, pemerintah harus mengevaluasi kembali peta layanan pendidikan nasional dan mengidentifikasi penyebab rendahnya minat calon siswa baru di SD Negeri.
Puan menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa menerapkan kebijakan yang sama di seluruh daerah karena setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda. Solusi yang diambil harus disesuaikan agar hak anak untuk memperoleh pendidikan tetap terjamin.
Di Kabupaten Temanggung, terdapat 35 SDN yang memperoleh maksimal lima murid baru. Bahkan, satu sekolah tidak mendapatkan peserta didik baru pada tahun ajaran ini. Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikpora Kabupaten Temanggung, Pamudji Santoso, mengatakan bahwa kondisi tersebut lebih dipengaruhi faktor demografi dibanding persoalan kualitas pendidikan.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Semarang, tetapi juga di daerah lain seperti Bandar Lampung. SD Negeri 1 Gedung Meneng, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, hanya menerima dua siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027.
Untuk mengatasi fenomena ini, pemerintah perlu menyusun peta nasional kebutuhan pendidikan berbasis desa dan kecamatan. Peta tersebut perlu mengintegrasikan data jumlah anak usia sekolah, tren kelahiran, perkembangan permukiman, kapasitas sekolah, jarak tempuh, kondisi geografis, hingga proyeksi jumlah penduduk untuk sedikitnya 10 tahun ke depan.
Dengan demikian, pemerintah dapat menentukan sekolah yang perlu direvitalisasi, dikembangkan menjadi sekolah rujukan, digabungkan, atau tetap dipertahankan karena memiliki fungsi strategis bagi akses pendidikan masyarakat.
Kesimpulan, fenomena sekolah dasar negeri sepi murid di Semarang dan daerah lain perlu diatasi dengan serius oleh pemerintah. Pemerintah harus melakukan evaluasi dan menyusun peta nasional kebutuhan pendidikan untuk mengetahui penyebab fenomena ini dan menemukan solusi yang tepat.











