Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 15 Juli 2026 | Doa 1 Suro merupakan salah satu tradisi yang masih dipraktekan hingga saat ini, khususnya di daerah Jawa. Tradisi ini dilakukan pada tanggal 1 Suro, yang merupakan permulaan tahun baru dalam penanggalan Jawa. Pada hari ini, umat Islam di Jawa melakukan berbagai kegiatan keagamaan, salah satunya adalah membaca doa 1 Suro.
Doa 1 Suro memiliki makna yang mendalam, yaitu sebagai bentuk permohonan ampun dan penyesalan atas kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan. Doa ini juga berisi permohonan untuk diberi petunjuk, perlindungan, dan keberkahan oleh Allah SWT.
Salah satu contoh doa 1 Suro adalah doa Qunut Subuh, yang dibaca pada saat sholat Subuh. Doa ini berisi permohonan untuk diberi petunjuk, kesehatan, dan keberkahan, serta perlindungan dari kejahatan dan bencana.
Tidak hanya itu, doa 1 Suro juga memiliki kaitan dengan tradisi lainnya, seperti festival Bubur Suro di Kota Pekalongan. Festival ini merupakan salah satu contoh tradisi yang masih dipraktekan hingga saat ini, yang memiliki makna yang mendalam dan nilai-nilai yang luhur.
Di samping itu, doa 1 Suro juga memiliki kaitan dengan prosesi ruwatan massal di Kabupaten Kediri. Prosesi ini dilakukan sebagai bentuk permohonan ampun dan penyesalan atas kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan, serta sebagai bentuk permohonan untuk diberi petunjuk dan perlindungan oleh Allah SWT.
Dalam kesimpulan, doa 1 Suro merupakan salah satu tradisi yang masih dipraktekan hingga saat ini, yang memiliki makna yang mendalam dan nilai-nilai yang luhur. Doa ini berisi permohonan untuk diberi petunjuk, perlindungan, dan keberkahan oleh Allah SWT, serta sebagai bentuk permohonan ampun dan penyesalan atas kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan.











