Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 13 Juli 2026 | Neymar, ikon sepak bola Brasil, baru-baru ini terlihat hadir di World Series of Poker di Las Vegas, hanya beberapa hari setelah Brasil tersingkir dari Piala Dunia 2026. Ini bukanlah kali pertama Neymar terjun ke dunia perjudian berisiko tinggi di level profesional, karena ia pernah mencapai meja final pada edisi 2025 turnamen yang sama.
Penampilannya di Las Vegas ini terjadi tak lama setelah pencapaian penting dalam karier sang penyerang legendaris. Setelah Brasil kalah 2-1 dari Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026, Neymar mengumumkan pengunduran dirinya dari sepak bola internasional. Hal ini menutup kariernya yang gemilang namun seringkali membuat frustrasi bersama Selecao, yang mencakup empat Piala Dunia dan menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk negaranya.
Turnamen terakhir Neymar terhambat oleh masalah kebugaran, karena ia memasuki kompetisi tersebut sambil memulihkan cedera betis kanan. Ia hanya tampil dalam dua pertandingan, keduanya sebagai pemain pengganti. Kontribusi terakhirnya dalam seragam kuning adalah tendangan penalti di masa tambahan waktu melawan Norwegia, sebuah gol yang ternyata hanya menjadi pelipur lara karena Erling Haaland dan rekan-rekannya melaju ke perempat final.
Kecintaan Neymar terhadap sepak bola bukanlah rahasia, namun hal itu sering kali memicu kemarahan para penggemar dan petinggi klub. Awal tahun ini, penyerang Santos itu dituduh menghabiskan hampir 24 jam bermain poker online saat tidak diturunkan dalam sebuah pertandingan liga. Insiden tersebut memicu perdebatan sengit di Brasil mengenai fokus profesionalnya, sementara klubnya sedang berjuang di papan bawah klasemen Serie A.
Menanggapi kritik-kritik sebelumnya tersebut, Neymar tetap terbuka mengenai cara ia memilih menghabiskan waktu luangnya. Ia sebelumnya mengatakan kepada media: “Sayangnya, beberapa hari terakhir ini, karena manajemen beban latihan, saya tidak bisa bermain, jadi saya punya waktu untuk melakukan hal yang paling saya sukai, yaitu bermain poker sebentar, selain sepak bola.”
Selain Neymar, beberapa pemain sepak bola lainnya juga terlihat memamerkan gaya hidup mewah mereka di Piala Dunia 2026. Mereka tiba di turnamen dengan membawa barang-barang mewah seperti tas Hermes, Chanel, dan Louis Vuitton. Erling Haaland tiba dengan tas Hermes “Endless Road” yang sangat langka, sementara Cristiano Ronaldo memilih gaya klasik dengan Gucci.
Technik penalti stutter-step juga menjadi sorotan di Piala Dunia 2026. Beberapa pemain terkemuka seperti Lionel Messi, Kylian Mbappé, dan Cristiano Ronaldo mencoba teknik ini dengan hasil yang beragam. Teknik ini dapat membuat pemain terlihat sangat cool atau sangat silly, tergantung pada hasilnya.
Dalam beberapa kasus, teknik penalti stutter-step berhasil membantu tim melaju ke babak selanjutnya, namun dalam kasus lain, teknik ini juga dapat membuat pemain terlihat tidak sabar dan tidak dapat mengontrol emosi mereka. Oleh karena itu, teknik ini masih menjadi topik perdebatan di kalangan pemain dan pelatih sepak bola.
Secara keseluruhan, Piala Dunia 2026 telah menampilkan berbagai momen menarik, tidak hanya dari sisi sepak bola, tetapi juga dari sisi gaya hidup dan personalitas pemain. Dengan demikian, turnamen ini tidak hanya menjadi ajang pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi ajang pameran gaya hidup mewah dan teknologi canggih.
Kesimpulan dari semua ini adalah bahwa sepak bola tidak hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang gaya hidup, personalitas, dan teknologi. Pemain sepak bola seperti Neymar dan Erling Haaland telah menunjukkan bahwa mereka tidak hanya memiliki kemampuan sepak bola yang luar biasa, tetapi juga memiliki gaya hidup mewah dan kemampuan untuk memanfaatkan teknologi canggih.











