OLAHRAGA

Jan Olde Riekerink Bongkar Analisa Kekuatan Persib: Mengapa Dewa United Kehilangan Dua Poin?

×

Jan Olde Riekerink Bongkar Analisa Kekuatan Persib: Mengapa Dewa United Kehilangan Dua Poin?

Share this article
Jan Olde Riekerink Bongkar Analisa Kekuatan Persib: Mengapa Dewa United Kehilangan Dua Poin?
Jan Olde Riekerink Bongkar Analisa Kekuatan Persib: Mengapa Dewa United Kehilangan Dua Poin?

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 22 April 2026 | Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, mengungkapkan analisa kekuatan Persib yang menjadi faktor utama dalam pertandingan akhir pekan lalu. Menurutnya, Persib menampilkan taktik yang terstruktur, kecepatan sayap yang mematikan, serta konsistensi pertahanan yang membuat Dewa United kesulitan mencuri poin.

Dalam konferensi pers pasca pertandingan, Riekerink menjelaskan tiga alasan utama mengapa Dewa United harus rela kehilangan dua poin melawan Maung Bandung. Pertama, Persib menekan lini tengah dengan intensitas tinggi, memaksa pemain Dewa United beralih posisi secara terus-menerus. Kedua, pemain sayap Persib, seperti Febri Hariyadi dan Zulham Zamrun, berhasil menciptakan peluang berbahaya lewat serangan balik cepat. Ketiga, pertahanan Persib yang dipimpin oleh Victor Igbonefo dan I Made Wirawan menunjukkan disiplin tinggi, menutup ruang tembakan bagi striker Dewa United.

Riekerink menambahkan bahwa meski Dewa United memiliki peluang emas di babak pertama, kegagalan mengeksekusi finishing menjadi penyebab utama kegagalan meraih kemenangan. “Kami menciptakan beberapa peluang bagus, namun kurang ketajaman di depan gawang,” ujarnya. Ia juga menyoroti bahwa keputusan wasit yang mengurangi satu poin bagi Dewa United karena pelanggaran teknis di menit-menit akhir menjadi faktor tambahan yang menambah beban mental tim.

  • Strategi Persib: Formasi 4-3-3 dengan penekanan pada pressing tinggi.
  • Pemain kunci: Febri Hariyadi (sayap kiri), Zulham Zamrun (sayap kanan), dan Victor Igbonefo (bek tengah).
  • Kelemahan Dewa United: Kurang konsistensi dalam transisi cepat dan eksekusi set-piece.

Analisa lebih dalam mengungkap bahwa Persib tidak hanya mengandalkan kecepatan individu, melainkan juga koordinasi tim yang matang. Riekerink mengakui bahwa Persib telah melakukan riset video secara intensif sebelum pertemuan, sehingga pemain mereka tahu pola pergerakan Dewa United. “Mereka tahu kapan kami akan menekan dan kapan kami akan mundur, sehingga mereka selalu siap menanggapi,” jelasnya.

Di sisi lain, Riekerink menegaskan bahwa Dewa United tetap memiliki potensi untuk bangkit. Ia menyebutkan bahwa lini serang, terutama striker terpilih mereka, masih dapat dioptimalkan melalui latihan akhir pekan. Selain itu, ia berencana menambahkan variasi taktik, seperti mengubah formasi menjadi 3-5-2 pada pertandingan berikutnya untuk menambah kedalaman di lini tengah.

Menutup analisa, Riekerink menekankan pentingnya mentalitas tim dalam menghadapi tekanan. “Kami harus belajar dari kekalahan ini, memperbaiki detail teknis, dan kembali lebih kuat,” tuturnya. Ia berharap Dewa United dapat mengubah kritik menjadi motivasi, terutama menjelang pertandingan melawan tim lain di papan tengah klasemen.

Dengan demikian, analisa kekuatan Persib tidak hanya menjadi bahan evaluasi bagi Dewa United, tetapi juga pelajaran berharga bagi tim lain yang akan menghadapi Maung Bandung dalam sisa kompetisi Liga 1 musim ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *