OLAHRAGA

Kontroversi Wasit dan Drama Tambahan Waktu: Persiraja vs Garudayaksa Memanas di Stadion H Dimurthala

×

Kontroversi Wasit dan Drama Tambahan Waktu: Persiraja vs Garudayaksa Memanas di Stadion H Dimurthala

Share this article
Kontroversi Wasit dan Drama Tambahan Waktu: Persiraja vs Garudayaksa Memanas di Stadion H Dimurthala
Kontroversi Wasit dan Drama Tambahan Waktu: Persiraja vs Garudayaksa Memanas di Stadion H Dimurthala

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 22 April 2026 | Pertandingan pekan ketiga Championship Liga 2 2025/2026 antara Persiraja Banda Aceh dan Garudayaksa FC berlangsung sengit di Stadion H Dimurthala Lampineung, Banda Aceh. Kedua tim berakhir imbang 2-2, namun hasil akhir menjadi sorotan utama karena serangkaian keputusan wasit yang dipandang tidak adil oleh pihak Persiraja.

Pelatih Persiraja, Jaya Hartono, menilai bahwa wasit terlalu memihak lawan. Ia menyoroti insiden yang menimpa pemain muda Persiraja, Ihsan Kusuma Siregar, yang dijepit dua pemain Garudayaksa hingga terjatuh namun tidak diberikan pelanggaran. Sebaliknya, pelanggaran ringan yang dilakukan oleh Garudayaksa langsung diberi kartu kuning dan tendangan bebas. “Anda lihat si Ihsan, dia dijepit dua orang tidak ada pritt sama sekali. Apa ini! Mereka disenggol sedikit, jatuh, langsung pritt (pelanggaran),” kata Jaya usai laga.

Selain ketidaksetaraan dalam penerapan aturan, tambahan waktu menjadi faktor kontroversial lainnya. Jaya mengungkapkan bahwa waktu tambahan yang diberikan sudah mencapai 10 menit, namun masih dilanjutkan hingga tiga menit lebih lama, tepat pada menit ke-93 terjadi gol penyeimbang dari Garudayaksa. Menurutnya, tambahan waktu yang berlebih merugikan Persiraja karena memberi peluang ekstra bagi lawan untuk mencetak gol.

Insiden serupa bukan kali pertama menimpa Persiraja dalam beberapa pertandingan terakhir. Pelatih berpengalaman lebih dari dua dekade ini menyatakan keprihatinannya bahwa pola keputusan ini dapat memengaruhi moral tim dan hasil kompetisi. “Saya sudah lama di sepak bola, tapi belum pernah seperti ini. Kalau kondisi seperti ini terus terjadi, kami sebagai pelatih tidak bisa berbuat banyak,” tegas Jaya.

Di sisi lain, klasemen sementara menunjukkan Garudayaksa FC berada di posisi terdepan Grup 1 (Barat) bersama Adhyaksa FC, masing-masing hanya terpaut satu poin. Kemenangan melawan Persiraja membantu Garudayaksa mempertahankan puncak klasemen, meski harus bersaing ketat dengan rival utama pada pekan berikutnya.

  • Garudayaksa FC: 1 poin di atas Persiraja setelah hasil imbang.
  • Poin Persiraja: 2 poin (satu kemenangan, satu seri).
  • Posisi Garudayaksa di Grup 1: 1st (bersama Adhyaksa FC).

Jadwal pekan ke-26 menempatkan Garudayaksa menghadapi Sriwijaya FC di Palembang pada Sabtu, 25 April 2026, pukul 15.30 WIB. Sementara Persiraja dijadwalkan bertemu dengan Persekat pada Minggu, 26 April 2026, pukul 19.00 WIB. Kedua laga tersebut menjadi krusial untuk menentukan siapa yang akan melaju ke fase playoff.

Analisis taktik menunjukkan bahwa Persiraja mengandalkan serangan balik cepat melalui sayap kanan, sementara Garudayaksa lebih menekankan penguasaan bola di tengah lapangan. Namun, keputusan wasit yang dipertanyakan menimbulkan pertanyaan tentang integritas kompetisi.

Para pengamat sepak bola menilai bahwa federasi liga harus mengevaluasi kinerja ofisial pertandingan guna mencegah potensi bias. Mereka juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi VAR yang lebih konsisten untuk menghindari kontroversi serupa.

Ke depan, Jaya Hartono berharap pihak penyelenggara dapat memperbaiki standar pengawasan. “Kami ingin kompetisi yang adil, di mana hasil akhir ditentukan oleh kualitas tim, bukan keputusan arbitrer yang melenceng,” tuturnya.

Dengan sorotan media yang semakin tajam, persaingan antara Persiraja dan Garudayaksa tidak hanya berujung pada poin klasemen, melainkan juga pada upaya menjaga sportivitas dan kepercayaan publik terhadap Championship Liga 2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *