Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 04 Juli 2026 | PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) terus memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi infrastruktur digital terintegrasi di Indonesia. Melalui anak usahanya, PT Trans Hybrid Communication (THC), INET menjalin kemitraan strategis dengan PT FiberHome Technologies Indonesia untuk pengembangan proyek infrastruktur kabel laut ASEAN Fiber Connect System (AFC System). Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jaringan internasional dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi digital di kawasan barat Indonesia.
INET akan berperan sebagai landing station partner di Indonesia, termasuk pengembangan percabangan (branching) kabel laut menuju Pontianak, pembangunan infrastruktur terrestrial, serta penguatan konektivitas domestik antarpulau. Sementara itu, FiberHome akan menghadirkan dukungan teknologi, rekayasa sistem, dan pelaksanaan instalasi kabel bawah laut berstandar internasional.
Proyek ini merupakan salah satu upaya INET dalam memperkuat infrastruktur telekomunikasi nasional dan meningkatkan konektivitas digital Indonesia dengan jaringan regional dan global. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia dalam jaringan telekomunikasi regional dan mendukung transformasi digital nasional.
Selain itu, Grup Barito yang dimiliki oleh Prajogo Pangestu juga mulai bergeliat melancarkan berbagai aksi korporasi. Sejumlah emiten milik konglomerat Prajogo tersebut kompak mengumumkan aktivitas perseroan di paruh kedua 2026, setelah di semester pertama harga saham-sahamnya mengalami penurunan. Sederet perusahaan Prajogo yang mengumumkan aksi korporasi pekan pertama semester kedua ini adalah PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).
Dalam aksi terbarunya, CDIA mencaplok perusahaan armada senilai Rp 1,6 triliun. Selain itu, PTRO menandatangani perjanjian sewa gardu listrik dengan PT Chandra Investa Prima dengan harga sewa Rp 1,85 miliar per bulan. Aksi korporasi terbaru datang dari CDIA yang akan mengakuisisi 40% saham PT Armada Maritim Persada (AMP) senilai US$ 90 juta atau setara Rp 1,6 triliun.
Proses konsolidasi BUMN logistik di bawah inisiasi Danantara Asset Management juga terus berlanjut. Setelah merampungkan fase pertama tahun ini, holding juga bergerak mengincar anak usaha lainnya yang dikelola oleh sejumlah perusahaan pelat merah, seperti PT Semen Indonesia Tbk. (SMGR) dan PT Pupuk Indonesia.
Direktur Utama PT PBM Sarana Bandar Nasional (PELNI Logistics) Sukendra menjelaskan pihaknya secara resmi telah merapat ke dalam PT Multi Terminal Indonesia (MTI) di bawah PT Pelindo Sinergi Lokaseva per Selasa (30/6/2026). Dia menjelaskan hingga saat ini sudah ada tujuh perusahaan logistik BUMN yang tuntas dikonsolidasikan di bawah pengelolaan PT MTI, selaku entitas bertahan (surviving entity) yang akan menjadi wadah bagi segenap perusahaan tersebut selama masa transisi berjalan.
Kesimpulan, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) terus memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi infrastruktur digital terintegrasi di Indonesia. Melalui kemitraan strategis dengan PT FiberHome Technologies Indonesia, INET diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jaringan internasional dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi digital di kawasan barat Indonesia. Sementara itu, Grup Barito juga mulai bergeliat melancarkan berbagai aksi korporasi untuk meningkatkan kinerja perseroan di paruh kedua 2026.











