Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 30 Juni 2026 | Piala Dunia 2026 menjadi saksi kehancuran impian Jerman setelah mereka kalah melawan Paraguay dalam babak penyisihan. Kekalahan ini tidak hanya memupus harapan Jerman untuk meraih gelar, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang masa depan sepak bola Jerman.
Kai Havertz, striker Jerman, mengakui bahwa timnya telah ‘mengacaukan’ semua dan menyebut kampanye Piala Dunia mereka sebagai ‘bencana’. Ia juga menyatakan bahwa pemain-pemain Jerman perlu melakukan refleksi yang keras terhadap diri sendiri.
Joshua Kimmich, kapten Jerman, menyatakan bahwa timnya ‘sepenuhnya layak’ untuk dieliminasi. Ia mengakui bahwa Jerman tidak bisa mengatasi lawan-lawan yang ‘tidak berkaliber dunia’ dan bahwa kinerja mereka buruk sepanjang turnamen.
Julian Nagelsmann, pelatih Jerman, mengakui bahwa Jerman tidak lagi termasuk dalam kategori tim elit dunia. Ia menyatakan bahwa timnya perlu melakukan perubahan untuk kembali menjadi kompetitif di kancah internasional.
Kekalahan Jerman ini juga menandai akhir dari rekor tak terkalahkan mereka dalam adu penalti di Piala Dunia. Mereka sebelumnya selalu berhasil memenangkan adu penalti, tetapi kali ini mereka gagal melakukannya.
Paraguay, di sisi lain, merayakan kemenangan besar ini sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam sejarah sepak bola mereka. Mereka akan melanjutkan perjalanan mereka di Piala Dunia dengan menghadapi pemenang pertandingan antara Prancis dan Swedia.
Dalam kesimpulan, kekalahan Jerman di Piala Dunia 2026 menandai awal dari era baru bagi sepak bola Jerman. Mereka perlu melakukan evaluasi yang keras dan melakukan perubahan untuk kembali menjadi kekuatan yang dominan di kancah sepak bola internasional.











