Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 30 Juni 2026 | Piala Dunia 2026 membawa kekecewaan bagi timnas Uruguay setelah mereka gagal melangkah ke babak 32 besar. Uruguay, yang merupakan juara Piala Dunia dua kali, tidak mampu meraih kemenangan dalam fase grup, dengan dua hasil imbang dan satu kekalahan. Mereka harus merelakan tempat mereka kepada Cabo Verde, yang membuat kejutan dengan meraih hasil imbang melawan Uruguay dan Spanyol.
Setelah kemenangan Argentina atas Jordania, pelatih Argentina, Lionel Scaloni, memuji Cabo Verde sebagai lawan yang tangguh. Ia mengingatkan bahwa Cabo Verde telah membuat kesulitan bagi Spanyol dan Uruguay, sehingga Argentina tidak boleh menganggap remeh lawan mereka di babak 16 besar. Sementara itu, Federasi Sepak Bola Uruguay (AUF) membantah laporan bahwa mereka telah membatalkan penerbangan charter untuk pemain setelah kegagalan di Piala Dunia.
AUF menjelaskan bahwa penerbangan charter hanya diperlukan untuk perjalanan menuju turnamen karena jumlah delegasi yang besar dan kebutuhan untuk mengangkut lebih dari 5.000 kg perlengkapan. Namun, untuk perjalanan kembali, sebagian besar delegasi akan kembali ke negara asal mereka secara terpisah, sehingga penerbangan komersial dianggap sebagai pilihan yang lebih efisien.
Kekecewaan Uruguay di Piala Dunia 2026 juga disampaikan oleh kapten tim, Jose Maria Gimenez, yang menyatakan bahwa rasa sakit dan kesedihan sangat mendalam. Ia meminta maaf kepada rakyat Uruguay atas hasil yang tidak memuaskan. Sementara itu, pelatih Marcelo Bielsa mengaku bahwa ia tidak meninggalkan warisan apa pun bagi sepak bola Uruguay karena hasil yang tidak memuaskan.
Cabo Verde, di sisi lain, berhasil membuat sejarah dengan meraih hasil imbang melawan Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi, sehingga mereka dapat melangkah ke babak 16 besar. Mereka menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026, dan pertandingan mereka melawan Argentina di babak 16 besar akan sangat menarik untuk disaksikan.
Piala Dunia 2026 juga membawa perdebatan tentang format baru turnamen, yang membuat fase grup terasa lebih sibuk dan rumit. Namun, format ini juga membawa drama, kejutan, dan momen-momen menarik yang membuat turnamen ini semakin menarik.











