Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 30 Juni 2026 | Pemerintah telah mengambil kebijakan untuk menurunkan harga gas industri menjadi USD13 per Metric Million British Thermal Unit (MMBTU) dalam upaya untuk mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) dan menjaga keberlangsungan industri. Keputusan ini diambil setelah pemerintah menerima aspirasi dari pelaku industri dan serikat pekerja yang khawatir dengan dampak kenaikan harga gas terhadap operasional dan lapangan pekerjaan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa harga gas industri sebelumnya meningkat karena penurunan produksi gas di wilayah Indonesia Barat, sehingga pengadaan liquefied natural gas (LNG) dilakukan dari luar Pulau Jawa. Kondisi ini membuat harga LNG di pasaran mencapai USD20 hingga USD23 per MMBTU.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyambut baik kebijakan ini, menyebutnya sebagai kabar gembira bagi kalangan industri dan pekerja. Ia berharap keputusan ini dapat mencegah PHK dan menjaga stabilitas ekonomi. Sementara itu, pemerintah juga mempertahankan harga gas bumi tertentu (HGBT) di kisaran USD6,5 hingga USD7 per MMBTU dan harga gas pipa industri non-HGBT di Pulau Jawa tetap sebesar USD9,6 per MMBTU.
Dalam konteks yang lebih luas, kebijakan ini juga terkait dengan upaya pemerintah untuk mengatur ekspor batu bara demi memenuhi kebutuhan dalam negeri, terutama untuk pasokan pembangkit listrik. Setelah penahanan sementara, ekspor batu bara kini telah kembali berjalan normal setelah pasokan domestik dinilai aman, mencapai sekitar 141 juta metrik ton dari total kebutuhan tahunan PLN sebesar 154 juta MT.
Untuk meningkatkan efisiensi dan mengatasi masalah pasokan, pemerintah juga berencana untuk merevisi skema HGBT agar implementasinya lebih efektif dan sesuai dengan kondisi pasokan saat ini. Langkah-langkah ini menunjukkan upaya serius pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi, memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, dan melindungi pekerjaan.
Kesimpulan dari serangkaian kebijakan ini adalah pemerintah berkomitmen untuk mengatasi tantangan energi dan ekonomi dengan solusi yang komprehensif, memastikan keberlanjutan industri, dan melindungi kepentingan pekerja dan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan situasi ekonomi dan industri dapat kembali stabil dan bergerak menuju pertumbuhan yang positif.











