Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 29 Juni 2026 | Bank Indonesia (BI) terus memprioritaskan kebijakan sisi moneter untuk memperkuat dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa pihaknya terus melanjutkan langkah-langkah yang selama ini dilakukan baik dari sisi kebijakan suku bunga maupun juga dari kebijakan-kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.
BI juga terus melakukan langkah-langkah koordinatif tidak hanya dengan pemerintah tapi juga dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk memperkuat pasar valas. Ia menyebutkan, bahwa BI sudah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk bisa menyediakan sejumlah instrumen bagi para eksportir, importir, maupun pengusaha untuk bisa melakukan transaksi valas.
Sementara itu, terdapat lima sektor usaha yang saat ini menjadi tujuan utama ekspansi kredit perbankan. Sektor konstruksi menjadi sektor dengan pertumbuhan kredit paling tinggi, diikuti oleh sektor pengadaan listrik dan gas, sektor aktivitas profesional dan perusahaan, sektor real estat, dan sektor aktivitas kesehatan manusia dan aktivitas sosial.
Kredit investasi menjadi motor utama pertumbuhan, dengan pertumbuhan 19,48% secara tahunan. Hal ini menunjukkan bahwa dunia usaha mulai kembali melakukan ekspansi. Bank Indonesia juga mencatat harga pangan komoditas bawang merah mencapai Rp50.950 per kilogram dan daging ayam Rp37.200 per kg.
Dalam menghadapi tantangan ekonomi, Bank Indonesia siap dengan kebijakan moneter yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.









