TEKNO

Kecerdasan Buatan: Peluang dan Tantangan di Era Digital

×

Kecerdasan Buatan: Peluang dan Tantangan di Era Digital

Share this article
Kecerdasan Buatan: Peluang dan Tantangan di Era Digital
Kecerdasan Buatan: Peluang dan Tantangan di Era Digital

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 28 Juni 2026 | Kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), membawa peluang sekaligus ancaman bagi masa depan dunia. Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa perkembangan AI harus dipahami secara serius oleh Indonesia karena akan menentukan daya saing bangsa di masa depan.

Lenovo Yoga 7 2 in 1 Aura Edition 14IPH11, sebuah laptop convertible atau 2-in-1, hadir dengan kecerdasan buatan (AI) dan daya tahan baterai yang luar biasa hingga 16,5 jam. Perangkat ini menjanjikan keseimbangan antara fleksibilitas penggunaan, performa AI, dan daya tahan baterai.

Di sisi lain, Prabowo Subianto juga menyoroti pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, termasuk kemunculan AI agent, yang dinilainya akan menjadi tantangan baru bagi dunia pendidikan, riset, dan industri. Ia mendorong kalangan akademisi, khususnya para guru besar dan profesor, untuk terus mendalami perkembangan teknologi agar Indonesia tidak tertinggal dalam kompetisi global.

Perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), semakin menunjukkan bahwa kemampuan menghafal informasi bukan lagi keunggulan utama. Informasi dapat diakses dengan mudah hanya melalui telepon genggam. Tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini bukan sekadar mengingat informasi, melainkan bagaimana mengolah informasi tersebut menjadi solusi yang bermanfaat.

Dalam konteks ini, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan keterampilan sosial menjadi kompetensi yang tidak kalah penting dibandingkan nilai akademik. Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua siswa dengan nilai tinggi berhasil mencapai kesuksesan sesuai harapan. Sebaliknya, banyak individu yang saat sekolah tidak selalu berada di peringkat teratas, tetapi mampu berkembang karena memiliki keterampilan komunikasi yang baik, jiwa kepemimpinan, kemampuan berwirausaha, atau keberanian mengambil peluang.

Prabowo Subianto mengingatkan bahwa pengembangan teknologi harus diiringi kesiapan sumber daya manusia, penguatan riset, serta tata kelola yang baik. Menurut dia, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi yang dikembangkan negara lain. Ia menekankan pentingnya peran perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan industri nasional dalam menghasilkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan dalam negeri.

Kesimpulan, kecerdasan buatan membawa peluang dan tantangan yang harus dihadapi oleh Indonesia. Dengan memahami perkembangan teknologi dan mengembangkan sumber daya manusia, Indonesia dapat memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan daya saing dan mencapai kesuksesan di era digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *