Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 22 April 2026 | Retret DPRD yang digelar selama tiga hari terakhir di Ibu Kota berhasil ditutup dengan kesepakatan penting tentang koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Acara yang dihadiri lebih dari seratus ketua DPRD provinsi ini juga menjadi ajang bagi Lemhanas untuk menyampaikan harapan strategisnya, termasuk pesan khusus yang dibacakan oleh Gubernur Lemhanas, Letnan Jenderal (Purn) TNI (Ret.) H. Muhammad Prabowo. Pesan tersebut menekankan perlunya sinergi kebijakan dan dukungan politik yang kuat demi percepatan pembangunan nasional.
Dalam pengarahan tertutup yang berlangsung pada hari terakhir retret, Gubernur Lemhanas menyampaikan bahwa hasil evaluasi internal menunjukkan masih adanya kesenjangan antara kebijakan yang dirumuskan di Jakarta dengan implementasinya di tingkat provinsi. Oleh karena itu, Lemhanas menekankan pentingnya peran aktif DPRD sebagai perpanjangan tangan legislatif daerah dalam menjembatani kebijakan publik, mengawasi pelaksanaan anggaran, serta mengoptimalkan fungsi pengawasan.
Prabowo, yang sekaligus menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, menegaskan bahwa keberhasilan program pembangunan tidak dapat terlepas dari kerja sama yang selaras antara pusat dan daerah. Ia menyampaikan bahwa setiap ketua DPRD di seluruh Indonesia diharapkan menjadi “garda terdepan” dalam menyalurkan aspirasi rakyat serta menyesuaikan prioritas daerah dengan agenda nasional. Pesan tersebut juga menyinggung pentingnya integritas dan transparansi dalam pengambilan keputusan legislatif.
Berbagai pihak menanggapi pengarahan ini dengan antusiasme yang tinggi. Ketua DPRD Jawa Barat, Ahmad Hidayat, menyatakan dukungan penuh terhadap ajakan Lemhanas dan Prabowo, serta menegaskan bahwa retret memberikan forum bagi pertukaran pengalaman antar daerah. Ia menambahkan bahwa forum ini memungkinkan identifikasi tantangan bersama, mulai dari ketimpangan pembangunan hingga permasalahan birokrasi yang menghambat layanan publik.
Selain itu, Lemhanas memperkenalkan beberapa modul pelatihan yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan, mencakup manajemen konflik, perencanaan strategis, serta penggunaan data berbasis bukti dalam pembuatan kebijakan. Modul-modul tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas legislatif daerah agar dapat menanggapi dinamika politik dan ekonomi yang cepat berubah. Diharapkan, melalui pelatihan ini, DPRD dapat menjadi motor penggerak inovasi kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Para pengamat politik menilai bahwa arahan Lemhanas ini mencerminkan upaya pemerintah pusat untuk memperkuat jaringan politiknya di tingkat daerah menjelang pemilihan umum mendatang. Sinergi yang diharapkan tidak hanya bersifat administratif, melainkan juga mencakup dimensi ideologis, di mana dukungan terhadap agenda pembangunan berkelanjutan menjadi landasan bersama.
Retret DPRD yang kini berakhir menandai titik balik dalam hubungan antara legislatif daerah dan lembaga strategis negara. Dengan pesan Prabowo yang menekankan kolaborasi dan integritas, serta rencana pelatihan berkelanjutan dari Lemhanas, harapannya sinergi antara pusat dan daerah akan terwujud secara nyata, memperkuat fondasi demokrasi dan percepatan pembangunan nasional.











