BERITA

Direktur dan Kasus yang Membuat Heboh di Jakarta

×

Direktur dan Kasus yang Membuat Heboh di Jakarta

Share this article
Direktur dan Kasus yang Membuat Heboh di Jakarta
Direktur dan Kasus yang Membuat Heboh di Jakarta

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 27 Juni 2026 | Belakangan ini, Jakarta dihebohkan oleh beberapa kasus yang melibatkan direktur dan kegiatan ilegal. Salah satu kasus yang paling mencolok adalah penangkapan sindikat judi daring jaringan internasional yang beroperasi di Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta.

Menurut Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Wira Satya Triputra, sindikat tersebut menggunakan kedok perusahaan teknologi dan pemasaran digital untuk menyamar. Mereka mempekerjakan ratusan warga negara asing dengan gaji sekitar 700 hingga 800 dolar AS per bulan, di luar bonus yang diberikan berdasarkan kinerja mereka.

Selain itu, Bareskrim juga mengungkap bahwa perputaran dana judi online tersebut mencapai Rp 13,9 triliun. Angka tersebut diperoleh dari hasil analisis digital forensik terhadap barang bukti elektronik yang disita penyidik.

Dalam kasus lain, Kapolresta Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kombes Pol Djoko Lestari, dimutasi menjadi Direktur Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) NTT. Mutasi tersebut tertuang dalam tujuh Surat Telegram (ST) yang diterbitkan Markas Besar Polri.

Sementara itu, mantan Direktur WHO untuk Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama, memberikan tujuh buku karya kepada Perpustakaan Jakarta sebagai hadiah untuk kota yang telah banyak memberi. Buku-buku tersebut merupakan kumpulan pemikiran dan tulisan yang lahir dari berbagai peristiwa penting di bidang kesehatan.

Terakhir, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mencatat pendapatan per kamar hotel atau revenue per available room (RevPAR) turun sekitar 2 persen secara tahunan pada kuartal I-2026. Penurunan tersebut dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, khususnya pada belanja perjalanan dinas.

Kesimpulan dari semua kasus tersebut adalah bahwa direktur dan kegiatan ilegal masih menjadi masalah yang perlu diatasi di Jakarta. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan swasta untuk mengatasi masalah tersebut dan menjadikan Jakarta sebagai kota yang lebih baik dan aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *