Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 26 Juni 2026 | Perayaan akhir tahun Hijriyah merupakan salah satu momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia. Pada kesempatan ini, umat Muslim biasanya melakukan refleksi diri, memohon ampun atas kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan, dan memohon berkah serta perlindungan dari Allah SWT.
Doa akhir tahun Hijriyah biasanya dilakukan pada malam terakhir bulan Dzulhijjah, yang juga dikenal sebagai malam tahun baru Islam. Pada malam ini, umat Muslim biasanya berkumpul di masjid-masjid untuk melakukan shalat Maghrib dan shalat Isya, diikuti dengan pembacaan doa dan dzikir.
Doa akhir tahun Hijriyah memiliki makna yang mendalam, yaitu sebagai sarana untuk memohon ampun atas kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan dan memohon berkah serta perlindungan dari Allah SWT. Dengan melakukan doa ini, umat Muslim dapat memperbarui komitmen mereka untuk menjalani hidup yang lebih baik dan lebih taat pada ajaran agama.
Tradisi doa akhir tahun Hijriyah juga memiliki sejarah yang panjang dan kaya. Pada zaman Rasulullah SAW, umat Muslim biasanya melakukan puasa dan shalat pada hari-hari tertentu untuk memohon ampun dan berkah dari Allah SWT.
Pada saat ini, perayaan akhir tahun Hijriyah juga diisi dengan kegiatan-kegiatan lain, seperti zikir, istighfar, dan shalat tahajud. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat iman dan memperbarui komitmen untuk menjalani hidup yang lebih baik.
Dalam kalender Jawa, bulan Sura 1960 Jawa yang merupakan bulan pertama dalam penanggalan Jawa, juga memiliki makna yang mendalam. Pada bulan ini, umat Muslim di Jawa biasanya melakukan tradisi-tradisi khas, seperti selamatan dan doa bersama, untuk memohon berkah dan perlindungan dari Allah SWT.
Secara keseluruhan, doa akhir tahun Hijriyah merupakan salah satu momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia. Dengan melakukan doa ini, umat Muslim dapat memperbarui komitmen mereka untuk menjalani hidup yang lebih baik dan lebih taat pada ajaran agama.









