Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 24 Juni 2026 | PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami penurunan harga saham pada perdagangan saham Rabu (24/6/2026). Hal ini terjadi setelah MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market dalam MSCI 2026 Market Classification Review.
MSCI menyatakan bahwa Indonesia masih berada di jajaran emerging markets bersama Cina, India, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Thailand. Namun, MSCI juga memberikan peringatan yang cukup tegas terkait berlanjutnya kekhawatiran investor global terhadap transparansi kepemilikan saham, validitas free float, serta dugaan praktik coordinated trading di pasar saham Indonesia.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga tidak membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya untuk tahun buku 2025. Keputusan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta pada Kamis (18/6/2026).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Rabu, (24/6/2026). IHSG hari ini akan menguji posisi 5.723-5.972. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya usai MSCI mempertahankan Indonesia di emerging market (EM)?
IHSG melanjutkan koreksi 0,25% dan ditutup di level 6.101, pergerakan IHSG masih mampu berada di atas moving average (MA) 20 harian dengan disertai munculnya volume pembelian pada perdagangan saham Selasa, 23 Juni 2026.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, saat ini, posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv]. "Kami perkirakan, IHSG rawan melanjutkan koreksi untuk menguji rentang area 5.723-5.972, selanjutnya masih terdapat peluang IHSG menguat ke rentang 6.548-6.782," tutur Herditya.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.784,5.594 dan level resistance 6.286,6.459 pada perdagangan saham Rabu pekan ini.
Terlepas dari prediksi tersebut, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tetap menjadi sorotan karena performa sahamnya yang tidak stabil. BUMI terakhir kali tercatat membagikan dividen tunai pada 2012 untuk tahun buku 2011 sebesar Rp14,31 per saham. Namun, hingga kini BUMI tidak pernah lagi membagikan dividen.
Kesimpulan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami penurunan harga saham pada perdagangan saham Rabu (24/6/2026) setelah MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market. BUMI juga tidak membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya untuk tahun buku 2025.











