Bisnis

Emiten-Emiten Ini Jadi Penerima Manfaat Utama Dari Normalisasi Lalu Lintas Selat Hormuz

×

Emiten-Emiten Ini Jadi Penerima Manfaat Utama Dari Normalisasi Lalu Lintas Selat Hormuz

Share this article
Emiten-Emiten Ini Jadi Penerima Manfaat Utama Dari Normalisasi Lalu Lintas Selat Hormuz
Emiten-Emiten Ini Jadi Penerima Manfaat Utama Dari Normalisasi Lalu Lintas Selat Hormuz

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 21 Juni 2026 | Perjanjian damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Swiss diperkirakan akan meredakan tekanan fiskal nasional dan menjadi katalis positif bagi sektor pertambangan domestik. Analis Indo Premier Sekuritas Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan mengungkapkan bahwa kesepakatan damai ini langsung direspons pasar dengan melandainya harga minyak mentah Brent ke level US$84 per barel.

Penurunan harga minyak ke kisaran US$80 per barel dinilai secara signifikan mengurangi beban anggaran negara, serta memperkecil risiko munculnya regulasi tambahan seperti kenaikan royalti atau pajak ekspor komoditas. Faktor penandatanganan damai ini membuat harga minyak kembali ke level US$80 per barel, sehingga tekanan fiskal terhadap Indonesia akan berkurang secara signifikan.

Selain meredakan beban fiskal, pemulihan jalur perdagangan di Selat Hormuz pascadamai diproyeksikan bakal memperbaiki rantai pasok belerang (sulphur) global yang penting bagi industri pengolahan mineral khususnya nikel. Indo Premier lantas mempertahankan peringkat overweight untuk sektor komoditas dengan menjagokan saham PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL).

Selain kedua saham tersebut, emiten komoditas lain seperti PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) dan PT Harum Energy Tbk. (HRUM) juga disebut menjadi penerima manfaat utama dari normalisasi lalu lintas Selat Hormuz. Sementara itu, PT Pakuan Tbk. (UANG) melalui Vasanta Group memasang target penjualan Rp350 miliar dari proyek hunian baru, Southbank di kawasan terpadu Shila at Sawangan, Depok.

PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) membukukan pendapatan sebesar US$ 184,3 juta pada Januari-Maret 2026, naik 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$ 181,2 juta. Kinerja pendapatan tersebut menunjukkan aktivitas bisnis SMDR masih tumbuh meskipun laju pertumbuhannya relatif moderat.

Di sisi lain, sepuluh saham unggulan yang performanya melesat jauh di atas rata-rata pasar hingga dinobatkan sebagai pencetak keuntungan tertinggi. PT Mega Perintis Tbk (ZONE) adalah saham yang naik paling tinggi dalam sepekan, yaitu 60,29 persen. Harga saham ZONE naik dari 340 menjadi 545 pada akhir pekan ini.

Kondisi pasar yang bergairah ini lantas dimanfaatkan secara optimal oleh sejumlah emiten untuk memimpin lonjakan harga secara signifikan. Dalam kurun waktu satu minggu terakhir, bursa mencatat ratusan saham berhasil mencatatkan rapor pertumbuhan yang positif.

Kesimpulan, perjanjian damai antara AS dan Iran diperkirakan akan membawa dampak positif bagi sektor pertambangan domestik dan emiten-emiten yang terkait. Selain itu, perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang properti dan perdagangan juga diprediksi akan merasakan dampak positif dari normalisasi lalu lintas Selat Hormuz.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *