Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 20 Juni 2026 | Telegram, aplikasi perpesanan populer, diblokir sementara di India guna mencegah kecurangan dalam ujian masuk perguruan tinggi NEET. Keputusan ini diambil setelah ditemukan beberapa kanal Telegram yang digunakan untuk membagikan soal ujian palsu dan melakukan kecurangan lainnya.
Ujian NEET sendiri merupakan ujian masuk perguruan tinggi yang sangat kompetitif di India, dengan lebih dari 22 lakh calon mahasiswa mengikuti ujian tersebut. Namun, pada ujian sebelumnya, terjadi kebocoran soal yang menyebabkan ujian harus diulang.
Pemerintah India telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah kecurangan dalam ujian NEET, termasuk memblokir akses ke Telegram. Langkah ini diambil setelah ditemukan bahwa beberapa kanal Telegram digunakan untuk membagikan soal ujian palsu dan melakukan kecurangan lainnya.
Selain itu, terdapat juga laporan tentang adanya agen intelijen Rusia yang beroperasi di Inggris dan menggunakan Telegram untuk merekrut orang-orang untuk melakukan aksi sabotase. Hal ini menyebabkan pemerintah Inggris meningkatkan tingkat waspada terhadap ancaman keamanan.
Dalam beberapa kasus, terdapat juga laporan tentang adanya warga Moskow yang ditahan karena melakukan tindakan intimidasi terhadap tiga anggota militer. Orang tersebut diduga direkrut melalui Telegram oleh layanan khusus Ukraina.
Telegram telah menjadi sarana yang populer untuk berbagai kegiatan, termasuk kecurangan dan sabotase. Oleh karena itu, pemerintah dan lembaga keamanan harus terus meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah penggunaan Telegram untuk tujuan yang tidak sah.
Kesimpulan, pemblokiran sementara Telegram di India merupakan langkah yang tepat untuk mencegah kecurangan dalam ujian NEET. Namun, perlu diingat bahwa Telegram juga dapat digunakan untuk tujuan yang positif, sehingga perlu dilakukan pendekatan yang seimbang dalam mengatur penggunaan aplikasi ini.











