Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 20 Juni 2026 | Perjalanan ibadah haji merupakan momen yang sangat penting bagi umat Islam. Salah satu momen yang paling berkesan adalah saat perpisahan jemaah calon haji di Asrama Haji Surabaya. Pada saat itu, banyak jemaah yang merasa sedih karena harus berpisah dengan keluarga dan kerabat mereka.
Salah satu jemaah haji asal Bone, Sulawesi Selatan, bernama Haji Supanto Darto Atemo, memiliki kisah yang sangat inspiratif. Ia berangkat menuju Tanah Suci bersama istrinya, Surani Ngadi Asmorejo, dan tergabung dalam 105 jemaah haji khusus PT An-Nur Maarif. Sepekan sebelum keberangkatan, ia tampak lemah dan harus duduk di kursi roda karena cidera akibat terjatuh di kamar mandi.
Namun, semangat untuk menunaikan ibadah haji tidak pernah surut. Ia mulai merasakan perubahan di kakinya ketika menjalani rangkaian ibadah di Masjidil Haram. Pembimbing jemaah, Ustad Rahmat Salim, menyebut ada perubahan semangat yang signifikan. Supanto mulai berusaha berdiri dan melangkah sendiri, dan akhirnya mampu menyelesaikan tawaf sebanyak tujuh putaran mengelilingi Ka’bah.
Sementara itu, sebanyak 535 jemaah haji Jombang dari Kloter 60 dan 61 tiba di Pendopo Kabupaten Jombang dan disambut haru keluarga. Satu jamaah bernama Sukipan meninggal dunia di Arab Saudi jelang kepulangan akibat stroke. Total jamaah haji Jombang yang wafat selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini menjadi empat orang.
Bupati Jombang, Warsubi, turut hadir menyambut kedatangan para jemaah. Ia menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus rasa syukur atas kembalinya jamaah dalam keadaan selamat ke tanah air. Ia juga menyampaikan belasungkawa atas jamaah yang wafat selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
Dalam kesimpulan, perjalanan ibadah haji merupakan momen yang sangat penting dan berkesan bagi umat Islam. Kisah Haji Supanto Darto Atemo dan jemaah haji Jombang merupakan contoh nyata bahwa semangat dan kekuatan dapat membantu mengatasi tantangan dan mencapai tujuan.











