Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 20 Juni 2026 | Mahasiswa merupakan salah satu komponen penting dalam masyarakat, terutama dalam konteks pendidikan dan kemajuan sosial. Mereka tidak hanya berperan sebagai penerima ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai agent of change yang dapat mempengaruhi dinamika sosial dan politik. Dalam beberapa tahun terakhir, isu-isu seperti akses pendidikan, kesejahteraan mahasiswa, dan partisipasi dalam proses demokrasi telah menjadi fokus perhatian.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengajak mahasiswa dan dosen untuk memanfaatkan peluang belajar di luar negeri sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas diri dan memperluas wawasan. Menurut Mu'ti, kesempatan untuk belajar maupun mendapatkan beasiswa internasional terbuka luas bagi siapa saja yang memiliki kesungguhan dalam menekuni bidang ilmu tertentu. Pengalaman belajar di luar negeri tidak hanya memberikan manfaat dari sisi akademik, tetapi juga membantu membangun pola pikir dan karakter yang lebih kuat.
Di sisi lain, Universitas Negeri Malang (UM) membuka Seleksi Mandiri Jalur Kemitraan Skema Orang Tua Asuh Gelombang 2, yang bertujuan untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Skema ini merupakan bentuk kemitraan antara universitas dan masyarakat, khususnya orang tua atau wali calon mahasiswa, dalam mendukung pembiayaan pendidikan di perguruan tinggi.
Mahasiswa juga telah menunjukkan kepedulian mereka terhadap isu-isu sosial dan politik. Dalam aksi unjuk rasa, mereka menuntut pemerintah untuk tidak bermain-main dengan isu yang menyangkut hajat hidup dan perut masyarakat, seperti kelangkaan BBM subsidi. Perwakilan massa mahasiswa di DPR mengultimatum pemerintah agar tidak bermain-main dengan isu tersebut dan berharap agar DPR bisa menjadi penyambung lidah atas tuntutan mahasiswa dan masyarakat.
Dalam konteks individual, mahasiswa disabilitas seperti Muhammad Irzam Fharhany dari Universitas Mercu Buana (UMB) telah menunjukkan ketahanan dan perjuangan dalam menyelesaikan pendidikan tinggi. Irzam, yang didiagnosa gangguan kecemasan dan depresi mayor, telah berhasil menyelesaikan risetnya yang tembus jurnal SINTA 3, menunjukkan bahwa dengan kemauan yang kuat, seseorang dapat mencapai tujuannya meskipun dengan kondisi yang berbeda.
Kesimpulan dari berbagai isu dan cerita di atas adalah bahwa mahasiswa memainkan peran penting dalam masyarakat, baik dalam konteks pendidikan maupun sosial. Mereka memiliki potensi besar untuk menjadi agent of change dan mempengaruhi dinamika sosial dan politik. Oleh karena itu, penting untuk mendukung dan memfasilitasi mahasiswa dalam mencapai tujuan mereka, baik melalui akses pendidikan yang lebih baik maupun dengan memberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi.











