Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 18 Juni 2026 | Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang menghitung kebutuhan anggaran untuk membantu calon murid baru yang tidak lolos Sekolah Maung dan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026. Bantuan ini disiapkan agar calon murid baru tetap bisa melanjutkan pendidikan meski tidak mendapat kursi di sekolah negeri.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan Pemprov Jabar sedang menyimulasikan kebutuhan anggaran untuk program kerja sama dengan sekolah swasta. Program tersebut diproyeksikan dapat menampung sekitar 78.000 calon murid baru yang belum terakomodasi.
Menurut Herman, kebutuhan anggaran masih dihitung secara cermat karena jumlah calon murid baru yang akan dibantu harus dipastikan terlebih dahulu. Gubernur Jawa Barat telah memberi arahan agar pemerintah menyiapkan solusi bagi puluhan ribu calon murid baru yang belum mendapat sekolah.
SPMB Jabar 2026 saat ini berada dalam pendaftaran tahap pertama. Pendaftaran dibuka untuk jalur mutasi dan prestasi untuk SMA, serta tambahan persiapan kelas industri untuk SMK. Pendaftaran SPMB Jabar 2026 tahap pertama ini berlangsung selama empat hari, yakni 15, 17, 18, dan 19 Juni 2026.
Adapun, pendaftaran SPMB Jabar 2026 tahap pertama ini diperuntukkan bagi calon murid yang tidak menyetujui hasil Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB), calon murid yang belum terpetakan dalam PCMB jalur prestasi, mutasi, domisili, dan afirmasi, calon murid yang tidak diterima di Sekolah Maung, dan calon murid yang belum mengikuti pemetaan.
Pembiayaan program tersebut akan diupayakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2026 serta APBD murni pada tahun berikutnya. Herman menjelaskan, hingga saat ini pemerintah belum menentukan bentuk bantuan yang akan diberikan kepada calon murid baru. Opsi yang sedang dikaji meliputi subsidi sebagian biaya pendidikan maupun pembebasan biaya sekolah secara penuh.
SPMB Jabar 2026 hadir sebagai penyempurnaan sistem penerimaan peserta didik yang sebelumnya dikenal sebagai PPDB. Melalui sistem ini, proses seleksi dilakukan secara lebih transparan, terintegrasi, dan berbasis teknologi digital sehingga calon murid dapat mendaftar secara daring tanpa harus datang langsung ke sekolah tujuan.
Tahun ini, pelaksanaan SPMB Jabar dibagi menjadi dua tahap. Tahap 1 difokuskan untuk jalur Prestasi dan Mutasi pada jenjang SMA, jalur Prestasi, Persiapan Kelas Industri, serta Mutasi pada jenjang SMK, dan pendaftaran peserta didik berkebutuhan khusus untuk SLB maupun sekolah umum yang menyelenggarakan pendidikan inklusif.
Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang SD dan SMP di Kabupaten Bandung Barat segera dibuka. Masyarakat yang hendak mendaftarkan anaknya agar segera bersiap. SPMB di Bandung Barat diawali untuk jenjang SD yang dimulai pada 19 Juni-3 Juli 2026. Kemudian jenjang SMP dimulai pada 19-25 Juni 2026 untuk jalur domisili, lalu 29 Juni-3 Juli 2026 untuk jalur prestasi, afirmasi dan mutasi.
Pendaftaran dilakukan melalui laman https://spmb-disdik.bandungbaratkab.go.id. Plt Kepala Dinas Pendidikan KBB, Edy Syafrudin mengatakan pihaknya menyiapkan kuota sebanyak 31 ribu siswa untuk jenjang SD. Sedangkan untuk jenjang SMP daya tampungnya sekitar 17 ribu kursi pada SPMB tahun ajaran kali ini.
Kesimpulan, Pemprov Jabar sedang menghitung kebutuhan anggaran untuk membantu calon murid baru yang tidak lolos Sekolah Maung dan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026. Bantuan ini disiapkan agar calon murid baru tetap bisa melanjutkan pendidikan meski tidak mendapat kursi di sekolah negeri. SPMB Jabar 2026 hadir sebagai penyempurnaan sistem penerimaan peserta didik yang sebelumnya dikenal sebagai PPDB.











