Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 17 Juni 2026 | Piala Dunia 2026 telah tiba, dan euforia sepak bola telah menyelimuti Indonesia. Dari ujung barat hingga ujung timur, warga Indonesia bersatu untuk menyambut pesta sepak bola dunia ini.
Di Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, warga telah memadati kawasan Bundaran Rusa untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia antara Perancis vs Senegal. Acara nonton bareng (nobar) ini difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Lamandau melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), dengan harapan dapat menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus memperkuat interaksi sosial di ruang publik.
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, mengatakan bahwa kegiatan nobar sengaja difasilitasi pemerintah daerah agar masyarakat dapat menikmati pertandingan Piala Dunia secara bersama-sama dalam suasana yang aman dan nyaman. Menurutnya, pemanfaatan ruang publik untuk kegiatan positif seperti nobar dapat memperkuat tali silaturahmi, meningkatkan interaksi sosial, sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
Sementara itu, di Kampung Bola Pambusuang, Polewali Mandar, warga juga menggelar nobar Piala Dunia 2026 Argentina vs Aljazair. Penggemar Argentina berasal dari berbagai kalangan, mulai anak muda, bapak-bapak, hingga emak-emak. Mereka menjagokan sang kapten Lionel Messi yang disebut telah mencetak tiga gol dalam laga penyisihan perdana.
Di Makassar, euforia Piala Dunia juga terasa kuat. Warga bersatu untuk menyaksikan pertandingan sepak bola, dan pemerintah kelurahan mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. RT/RW juga diminta memantau berbagai titik yang berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya warga selama pertandingan berlangsung, termasuk kafe dan tempat usaha yang menggelar acara nonton bersama.
Menurut Lurah Tamalanrea, Sulaeman, pihaknya telah jauh hari mengingatkan jajaran RT/RW untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas selama momentum Piala Dunia berlangsung. Menurutnya, RT/RW memiliki peran penting dalam mengedukasi warga agar tidak terjadi gesekan akibat perbedaan dukungan terhadap tim yang bertanding.
Sementara itu, pengamat sepakbola Kotawaringin Barat, Yusro Arodi, menilai rentetan hasil pertandingan Piala Dunia menunjukkan bahwa turnamen kali ini menjadi salah satu yang paling sulit diprediksi dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Yusro, hasil imbang yang diraih Tanjung Verde saat menghadapi Spanyol menjadi bukti nyata bahwa peringkat dunia tidak selalu menentukan hasil akhir di lapangan.
Dalam beberapa hari pertama penyelenggaraan Piala Dunia 2026, telah terjadi beberapa kejutan, seperti Spanyol yang ditahan imbang oleh Tanjung Verde, serta Uruguay yang bermain imbang dengan Arab Saudi. Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa Piala Dunia kali ini akan menjadi sangat menarik dan sulit diprediksi.
Kesimpulan dari euforia Piala Dunia 2026 di Indonesia adalah bahwa sepak bola telah menjadi salah satu alat pemersatu bangsa. Warga Indonesia bersatu untuk menyambut pesta sepak bola dunia, dan pemerintah serta masyarakat berusaha untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan selama pertandingan berlangsung.









