Politik

Jusuf Kalla Temui Presiden Prabowo, Bahas Investasi Energi Hijau hingga Rp70 Triliun

×

Jusuf Kalla Temui Presiden Prabowo, Bahas Investasi Energi Hijau hingga Rp70 Triliun

Share this article
Jusuf Kalla Temui Presiden Prabowo, Bahas Investasi Energi Hijau hingga Rp70 Triliun
Jusuf Kalla Temui Presiden Prabowo, Bahas Investasi Energi Hijau hingga Rp70 Triliun

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 16 Juni 2026 | Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, baru-baru ini bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan. Pertemuan tersebut berlangsung atas permintaan Jusuf Kalla yang telah disampaikan beberapa hari sebelumnya.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, Jusuf Kalla hadir bersama putranya yang berprofesi sebagai pebisnis. Namun, Teddy belum menjelaskan secara rinci agenda yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.

Menurut Teddy, Presiden Prabowo selalu membuka ruang komunikasi dengan berbagai elemen bangsa, termasuk tokoh nasional dan kalangan dunia usaha. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendukung pembangunan nasional.

Pertemuan antara Jusuf Kalla dan Presiden Prabowo juga menjadi perhatian publik mengingat pengalaman panjang Jusuf Kalla di pemerintahan serta kiprahnya di dunia usaha. Jusuf Kalla dan putranya, Solihin Kalla, tiba di Kompleks Istana Kepresidenan mengenakan kemeja batik.

Keduanya disambut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang telah menunggu di teras Istana Merdeka sebelum kemudian diantar menuju ruang pertemuan dengan Presiden Prabowo. Saat tiba di dalam Istana, Prabowo yang mengenakan kemeja safari berwarna krem menyambut langsung keduanya.

Pertemuan tersebut membahas penguatan sektor energi nasional untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Jusuf Kalla menyatakan kesiapan membangun tambahan PLTA dan PLTG dengan nilai investasi sekitar Rp60–70 triliun.

Selain energi, diskusi juga menyentuh isu perdamaian di Thailand Selatan serta perkembangan Pakistan dan Afghanistan. Jusuf Kalla juga menyoroti pentingnya memperkuat iptek dan wirausaha muda dalam menghadapi ketidakpastian global.

Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi. Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan besar di sektor energi karena produksi minyak domestik belum mampu memenuhi kebutuhan nasional.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menegaskan inovasi harus bisa memberikan dampak secara langsung terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. BRIN hadir untuk mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mendorong penguatan riset sapi perah tropis guna mempercepat kemandirian susu nasional dan mendukung ketahanan pangan berkelanjutan.

Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Megawati Soekarnoputri mendorong agar laut menjadi pusat geopolitik dan inovasi nasional. Hal itu disampaikannya dalam forum National Maritime Seminar.

Indonesia memanfaatkan kerja sama BRICS untuk mempercepat modernisasi pertanian, memperkuat ketahanan pangan, memperluas akses teknologi dan investasi, serta meningkatkan produktivitas guna mendukung kemajuan perekonomian nasional.

Kesimpulan dari pertemuan Jusuf Kalla dengan Presiden Prabowo menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat sektor energi dan pangan di Indonesia. Dengan demikian, diharapkan Indonesia dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *