Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 15 Juni 2026 | Mei 2026 telah menjadi bulan yang dinantikan oleh banyak orang, terutama karena adanya libur nasional dan cuti bersama. Pemerintah telah menetapkan hari libur nasional dan cuti bersama melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri. SKB 3 Menteri ini mencakup informasi tentang hari libur nasional dan cuti bersama sepanjang tahun 2026.
Menurut SKB 3 Menteri, bulan Juni 2026 memiliki dua hari libur nasional, yaitu 1 Juni 2026 dalam rangka Hari Lahir Pancasila dan 16 Juni 2026 dalam rangka Tahun Baru Islam 1448 H. Tidak ada cuti bersama yang ditetapkan pada bulan Juni 2026.
Untuk mengetahui tanggal merah Juni 2026, masyarakat dapat memeriksa kalender Hijriah. Kalender Hijriah memiliki sistem penghitungan yang berbeda dari kalender Masehi. Kalender Masehi mendasarkan penghitungan pada peredaran Bumi mengitari Matahari, sedangkan kalender Hijriah mengacu pada peredaran Bulan mengitari Bumi.
Perbedaan acuan perhitungan tersebut membuat jumlah hari dalam setahun pada kedua kalender tersebut tak sama. Kalender Masehi memiliki 365 hari dalam setahun, sedangkan kalender Hijriah memiliki 354 hari dalam setahun. Selisih 10 sampai 11 hari inilah yang membuat Tahun Baru Islam selalu bergeser tiap tahunnya jika dibandingkan kalender Masehi.
Tahun ini, momentum Tahun Baru Islam itu bertepatan dengan Selasa, 16 Juni 2026 atau lebih tepatnya, dimulai pada Senin, 15 Juni 2026 malam. Masyarakat yang penasaran seputar tanggal merah Juni 2026 dapat memeriksa kalender konversi untuk tanggal Hijriah hari ini.
Libur nasional dan cuti bersama merupakan hak yang diberikan kepada masyarakat untuk beristirahat dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Oleh karena itu, penting untuk memeriksa kalender libur nasional dan cuti bersama sebelum merencanakan kegiatan atau perjalanan.
Kesimpulan, kalender Mei 2026 lengkap dengan tanggal merah telah menjadi informasi yang penting bagi masyarakat. Dengan memeriksa kalender libur nasional dan cuti bersama, masyarakat dapat merencanakan kegiatan dan perjalanan dengan lebih baik. Selain itu, memahami perbedaan antara kalender Masehi dan kalender Hijriah juga dapat membantu masyarakat untuk lebih menghargai keberagaman budaya dan agama di Indonesia.











