Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 20 April 2026 | Paris FC kembali menancapkan kuku di kasta tertinggi sepak bola Prancis setelah 46 tahun absen. Musim 2025/2026 menjadi saksi kebangkitan klub yang dulunya dianggap sekadar peserta kelas menengah. Hingga pekan ke-29, tim yang berbasis di wilayah Saint-Ouen ini berhasil mengamankan posisi ke-12 klasemen Ligue 1, berkat empat kemenangan penting yang menambah kepercayaan diri para pemain dan pendukung.
Kemenangan pertama datang pada pekan 23 ketika Paris FC menumbangkan FC Nantes dengan skor 2-1 di stadion Lawton. Setelah kehilangan peluang pada babak pertama, Ilan Kebbal membuka keunggulan pada menit ke-6. Nantes berhasil menyamakan kedudukan lewat gol balasan, namun Luca Koleosho, yang baru debut di Ligue 1 setelah resmi bergabung pada Januari 2026, mencetak gol penentu pada menit ke-78. Hasil tersebut tidak hanya memberikan tiga poin, tetapi juga menandai titik balik setelah kekalahan 1-2 melawan rival sekota, Paris Saint-Germain, pada laga pembukaan.
Setelah kemenangan melawan Nantes, Paris FC mengalami fase stagnan selama lima laga, meski tidak mengalami kekalahan beruntun. Empat hasil imbang dan satu kekalahan membuat mereka tetap berada di zona menengah klasemen. Namun, momentum kembali mengalir pada pekan 24 ketika mereka berhasil mengalahkan OGC Nice 1-0 di Stade Municipal. Gol tunggal Marshall Munetsi pada menit ke-26 menjadi penentu, memanfaatkan bola muntah tepisan kiper lawan setelah aksi Moses Simon. Meskipun sempat bermain dengan sepuluh orang setelah Thibault De Smet dikeluarkan, Paris FC tetap mempertahankan keunggulan hingga akhir laga.
Kemenangan ketiga terjadi pada pekan 27 melawan Le Havre. Pertandingan yang berakhir 3-2 memperlihatkan ketangguhan Paris FC dalam mengelola tekanan. Gol pertama datang lewat serangan terorganisir di babak pertama, memberikan keunggulan 2-0. Le Havre bangkit pada babak kedua dengan gol balasan pada menit ke-61, namun Alimami Gory mengukir gol penutup pada menit ke-86. Meskipun Le Havre mencetak gol pada menit ke-92, pertahanan Paris FC berhasil menahan serangan terakhir, memastikan tiga poin berharga.
Puncak pencapaian musim ini terjadi pada pekan 29, ketika Paris FC menjamu AS Monaco, tim yang menduduki lima besar klasemen. Dalam laga yang sangat dinanti, Paris FC mencatat kemenangan telak 4-1, menjadi pertama kalinya klub ini menang dengan selisih lebih dari dua gol di Ligue 1 musim ini. Gol-gol datang secara beruntun, menunjukkan taktik ofensif yang matang dan eksekusi akhir yang klinis. Kemenangan ini tidak hanya menambah poin, tetapi juga menegaskan bahwa Paris FC mampu bersaing melawan tim elit Prancis.
Statistik tim hingga akhir pekan ke-29 menunjukkan bahwa Paris FC telah memainkan 13 laga Ligue 1, mencatat empat kemenangan, tujuh hasil imbang, dan hanya dua kekalahan. Total gol yang dicetak mencapai 13, sementara kebobolan berjumlah 9, menghasilkan selisih positif +4. Dengan performa tersebut, Paris FC berada di zona aman dari ancaman degradasi dan memiliki peluang untuk berakhir di posisi pertengahan klasemen.
Keberhasilan Paris FC tidak lepas dari kontribusi beberapa pemain kunci. Luca Koleosho, yang mencetak gol penting dalam debutnya, kini menjadi ancaman di lini serang. Marshall Munetsi, yang sering muncul di lini tengah, menunjukkan ketangguhan fisik dan kemampuan mencetak gol penting. Selain itu, pelatih kepala yang mengubah taktik menjadi lebih agresif setelah pergantian tahun terbukti berhasil menstabilkan permainan tim.
Ke depan, Paris FC akan menghadapi tantangan berat melawan tim-tim papan atas lainnya. Namun, dengan mentalitas yang terbentuk dan dukungan fanatik, klub ini berpotensi melanjutkan performa positif hingga akhir musim. Penggemar dapat menantikan pertarungan sengit pada pekan-pekan berikutnya, sambil berharap klub dapat menutup musim dengan posisi yang lebih baik dari perkiraan awal.











