Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 11 Juni 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 11 Juni 2026, dengan penurunan 16,34 poin atau 0,28 persen ke level 5.886,03. Pelemahan ini lebih dalam dibanding posisi penutupan sesi pertama.
Saham ISAT dan BBCA menjadi pemimpin penguatan di indeks LQ45 dengan kenaikan 4,41 persen dan 3,10 persen. Sementara itu, sektor keuangan memimpin penguatan dengan kenaikan 1,36 persen ke level 1.296,67.
Nilai transaksi mencapai Rp 21,86 triliun dengan volume perdagangan 33,05 miliar saham dan frekuensi 2,37 juta kali. Rupiah juga ditutup melemah terhadap dolar AS dengan penurunan 0,25 persen.
Bursa Asia bergerak variatif dengan Nikkei 225 Jepang naik tipis 0,06 persen dan KOSPI Korea Selatan menguat 0,43 persen. Sementara itu, Shanghai Composite turun 0,16 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 0,65 persen, dan S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 0,23 persen.
Kondisi pasar saham saat ini masih dipengaruhi oleh tensi geopolitik di Timur Tengah dan aksi jual investor asing yang belum mereda. Namun, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan menjadi katalis positif yang dapat menopang pergerakan indeks.
Di akhir perdagangan, IHSG ditutup melemah dengan sebanyak 419 saham melemah, 265 saham menguat, dan 131 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 21,86 triliun dengan volume perdagangan 33,05 miliar saham dan frekuensi 2,37 juta kali.
Kesimpulan, IHSG ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 11 Juni 2026, dengan penurunan 16,34 poin atau 0,28 persen ke level 5.886,03. Saham ISAT dan BBCA menjadi pemimpin penguatan di indeks LQ45 dengan kenaikan 4,41 persen dan 3,10 persen.











