Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 11 Juni 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan positifnya pada pembukaan perdagangan Kamis (11/6/2026). IHSG pagi naik 15,773 poin atau 0,27% ke level 5.918,149. Pada sesi sebelumnya, IHSG ditutup naik 2,71% ke posisi 5.902,38, didorong oleh kenaikan saham BBCA sebesar 9,71%, TLKM 7,25%, serta BBRI 3,23%.
Meskipun IHSG menguat, investor asing masih mencatatkan jual bersih Rp2,93 triliun di pasar reguler dan Rp3,13 triliun di seluruh pasar. Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham BBRI, TPIA, BBNI, ANTM, dan BUMI.
Rekomendasi saham hari ini mencakup saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET).
IHSG hari ini berpotensi menguji level psikologis di level 6.000. Dalam riset PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, secara teknikal, akan perhatikan apakah resistance penting pertama yakni moving average (MA)10 harian yang bertatapan persis dengan posisi penutupan IHSG kemarin akan mampu dilewati dengan solid hari ini.
Kemudian, PT Astra International Tbk (ASII) berencana melakukan pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp8 triliun. Dana tersebut akan berasal dari kas internal perseroan yang pada kuartal I-2026 tercatat sebesar Rp49,05 triliun.
PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR) menargetkan pendapatan Rp1,39 triliun pada 2026 atau meningkat 12,09% dibandingkan target tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,24 triliun. Target tersebut ditopang rencana pengolahan tandan buah segar (TBS) sebanyak 336.400 ton sepanjang tahun depan.
Perseroan memperkirakan produksi crude palm oil (CPO) mencapai 73.292 ton dan palm kernel (PK) sebesar 15.031 ton hingga akhir 2026. Manajemen menetapkan asumsi harga jual rata-rata CPO sebesar Rp14.750 per kilogram. Namun hingga Mei 2026, harga jual rata-rata CPO perseroan masih berada di atas Rp15.000 per kilogram.
Dalam beberapa hari terakhir, investor asing kembali melanjutkan aksi jual di pasar saham Indonesia. Berdasarkan data perdagangan sesi I pada Rabu (10/6), investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) jumbo senilai Rp2,75 triliun dengan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi sasaran utama.
Secara akumulatif sejak awal tahun hingga penutupan perdagangan Selasa (9/6), investor asing telah mencatatkan total net sell mencapai Rp64,25 triliun di seluruh pasar, baik reguler maupun negosiasi. Meski tekanan jual asing tinggi, IHSG justru bergerak berlawanan arah.
Pada jeda makan siang, IHSG melonjak 2,34% dan parkir di level 5.881. Kenaikan indeks juga diikuti kenaikan harga saham bank-bank besar. Berdasarkan pantauan perdagangan hingga pukul 14.25 WIB, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melonjak 8,74% ke Rp5.600 per saham.
Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 2,15% ke Rp2.850; PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menguat 2,44% ke Rp2.850, dan; PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melesat 5,81% ke Rp3.460.
Kesimpulan, IHSG terus menguat dengan sentimen positif dari kenaikan saham-saham besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI. Namun, perlu diwaspadai tekanan jual asing yang masih tinggi dan dapat mempengaruhi pergerakan IHSG di masa depan.











