Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 10 Juni 2026 | Warga Gorontalo Utara masih waspada dan melakukan evakuasi mandiri setelah peringatan dini tsunami diumumkan pada Senin pagi. Gempa kuat magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah selatan Mindanao, Filipina, memicu tsunami yang terdeteksi di beberapa daerah Indonesia, termasuk Gorontalo.
BMKG mencatat bahwa tsunami telah terdeteksi di tujuh wilayah Indonesia, dengan tinggi gelombang berkisar antara 0,09 meter hingga 0,75 meter. Warga Gorontalo Utara memantau kondisi pasang surut air laut dan melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi.
Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak panik, serta melakukan evakuasi mandiri jika diperlukan. Peringatan tsunami di Gorontalo Utara telah berakhir, namun warga masih waspada dan memantau kondisi cuaca.
Banjir rob juga menjadi perhatian warga Gorontalo, karena adanya fenomena Bulan Super New Moon yang dapat meningkatkan ketinggian air laut maksimum. BMKG menginformasikan bahwa banjir rob berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia, termasuk Gorontalo.
Warga Gorontalo diimbau untuk selalu waspada dan siaga dalam menghadapi situasi cuaca yang tidak stabil. Mereka juga diharapkan untuk memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG dan melakukan evakuasi mandiri jika diperlukan.
Kondisi cuaca yang tidak stabil ini membuat warga Gorontalo harus selalu siap dan waspada. Mereka harus memantau kondisi cuaca dan melakukan evakuasi mandiri jika diperlukan. Dengan demikian, warga Gorontalo dapat terhindar dari bahaya banjir dan tsunami.
Dalam beberapa hari terakhir, warga Gorontalo telah melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi. Mereka juga memantau kondisi cuaca dan memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG. Dengan demikian, warga Gorontalo dapat terhindar dari bahaya banjir dan tsunami.











