Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 10 Juni 2026 | Di Amerika Latin, sepak bola bukan hanya olahraga, melainkan sebuah bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Dari Argentina hingga Meksiko, kesetiaan tim sepak bola sering kali menginspirasi ritus dan keyakinan yang unik. Salah satu contoh menarik adalah kisah Santiago Garcia, seorang penggemar Boca Juniors yang taat. Ketika neneknya jatuh sakit dan dirawat di unit perawatan intensif, Garcia melepas kalung kesayangannya yang bergambar lambang Boca Juniors dan memasangnya di leher neneknya. “Boca akan menyelamatkanmu,” katanya. Dan memang, neneknya sembuh. Kepercayaan Garcia pada timnya mencerminkan kepercayaan jutaan orang di seluruh Amerika Latin saat mereka mempersiapkan diri untuk Piala Dunia 2026.
Di Argentina, negara asal Lionel Messi, kesabaran dan loyalitas terhadap tim sepak bola sering kali diwariskan dari keluarga ke keluarga. Paus Fransiskus, yang lahir di Argentina dan seorang pendukung setia klub San Lorenzo, percaya bahwa sepak bola adalah olahraga yang paling indah di dunia. Garcia mewarisi cintanya pada Boca Juniors dari ayahnya. Ibu Garcia awalnya mendukung tim lain, tetapi setelah menikah, dia menjadi pendukung setia Boca Juniors.
“Anda biasanya mendukung tim ayah atau ibu Anda,” kata Garcia. “Sepak bola adalah tulang punggung dari semua ini, tetapi Anda mengembangkan rasa kepemilikan terhadap sebuah tim dan membawanya ke mana-mana Anda pergi.” Pada usia 17 tahun, Garcia menato sebuah kalimat dari lagu kebangsaan Boca Juniors di tubuhnya. Empat belas tahun kemudian, kata-kata itu tetap sama bermaknanya seperti saat tinta pertama kali mengenai kulitnya.
Kisah Garcia dan banyak penggemar lainnya menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya tentang olahraga; itu tentang identitas, loyalitas, dan kepercayaan. Dalam konteks Piala Dunia 2026, kisah-kisah seperti ini akan terus berkembang, menunjukkan betapa dalamnya sepak bola telah memasuki kehidupan sehari-hari di Amerika Latin.











