Uncategorized

Kementan Dorong Ketahanan Pangan dengan Program Cetak Sawah

×

Kementan Dorong Ketahanan Pangan dengan Program Cetak Sawah

Share this article
Kementan Dorong Ketahanan Pangan dengan Program Cetak Sawah
Kementan Dorong Ketahanan Pangan dengan Program Cetak Sawah

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 08 Juni 2026 | Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia melalui program cetak sawah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melaksanakan Survei Investigasi Desain (SID) untuk program cetak sawah di Kalimantan.

Menurut Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Hermanto, SID untuk program cetak sawah di Kalimantan telah mencapai realisasi 100 persen. Total 16.450 hektare lahan di wilayah Kalimantan telah melalui tahapan SID, menandakan kesiapan program.

Program cetak sawah ini terbagi menjadi dua skema utama, yaitu swakelola dan paket penyedia. Sebagian besar program dilaksanakan secara swakelola, dengan 14.726,25 hektare atau 89,52 persen dilaksanakan melalui skema swakelola. Sementara itu, 1.724,70 hektare atau 10,48 persen lainnya menggunakan skema paket penyedia.

Kalimantan Selatan menjadi satu-satunya provinsi yang telah menuntaskan penayangan paket secara penuh untuk skema penyedia. Seluruh paket di Kalimantan Selatan telah memasuki tahapan pengadaan, mulai dari penawaran, evaluasi, penetapan pemenang, surat penunjukan penyedia arang/jasa (SPPBJ), hingga kontrak e-katalog.

Sementara itu, di Kalimantan Tengah, dari total 9.192,36 hektare seluruhnya dilaksanakan melalui swakelola. Kalimantan Timur dengan 3.342,07 hektare juga sepenuhnya swakelola, serta Kalimantan Utara dengan 2.191,82 hektare masih didominasi skema yang sama dengan sebagian progres surat perintah mulai kerja (SPMK) pada 1.389,00 hektare.

Secara keseluruhan, tahapan pre-construction meeting (PCM) telah mencapai 100 persen, sementara mutual check awal (MC-0) mencapai 16.095,34 hektare atau 97,84 persen, yang menunjukkan kesiapan teknis lapangan hampir sepenuhnya matang.

Surat perintah mulai kerja (SPMK) pada skema penyedia telah diterbitkan pada 1.369,09 hektare sebagai tanda dimulainya pelaksanaan awal pekerjaan fisik di sejumlah titik prioritas.

Keberhasilan program cetak sawah 2026 membutuhkan dukungan pemerintah daerah, kelancaran mobilisasi alat dan bahan, pendampingan calon petani calon lokasi (CPCL), serta pengawasan lintas pihak guna mendukung percepatan realisasi fisik dan penguatan ketahanan pangan.

Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan, Kementan juga bekerja sama dengan universitas untuk mengembangkan inovasi pertanian. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa universitas harus berperan aktif dalam mengembangkan inovasi pertanian dan meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Indonesia telah mencapai swasembada pangan, namun tantangan saat ini adalah mempertahankan keberlanjutan dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Oleh karena itu, Kementan terus berupaya meningkatkan produksi pangan dan mengembangkan industri pertanian yang berkelanjutan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mencapai swasembada pangan dan menjadi salah satu negara dengan produksi pangan terbesar di dunia. Namun, untuk mempertahankan keberlanjutan dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian, diperlukan upaya yang lebih besar dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, Kementan terus berupaya meningkatkan produksi pangan dan mengembangkan industri pertanian yang berkelanjutan. Dengan demikian, Indonesia dapat mempertahankan keberlanjutan dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pembangunan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *