OLAHRAGA

Krisis di PSM Makassar: Kekalahan dari Borneo FC Tarik Klub ke Pinggiran Zona Degradasi

×

Krisis di PSM Makassar: Kekalahan dari Borneo FC Tarik Klub ke Pinggiran Zona Degradasi

Share this article
Krisis di PSM Makassar: Kekalahan dari Borneo FC Tarik Klub ke Pinggiran Zona Degradasi
Krisis di PSM Makassar: Kekalahan dari Borneo FC Tarik Klub ke Pinggiran Zona Degradasi

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 19 April 2026 | PSM Makassar kembali menelan kekalahan pahit setelah dijatuhkan 2-1 oleh Borneo FC pada laga pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, itu menambah beban bagi Sang Pesut Etam yang kini berada di posisi ke-13 dengan 28 poin, hanya selangkah jauh dari zona degradasi.

Gol pembuka pertandingan dicetak oleh Muhammad Arfan pada menit ke-16 setelah menerima umpan silang dari Jacques Medina. Sayangnya, keunggulan itu tidak dapat dipertahankan. Juan Villa dari Borneo FC menyamakan kedudukan pada menit ke-31, memanfaatkan ruang di area penalti PSM. Kedua tim kemudian berjuang keras hingga jeda pertama berakhir dengan skor imbang 1-1.

Babak kedua menjadi ajang pembalikan nasib bagi Borneo FC. Pada menit ke-78, Juan Villa mengirimkan umpan terobosan yang berhasil diolah menjadi gol penentu kemenangan oleh Koldo Obieta. Skor 2-1 akhirnya menjadi final, menambah tiga poin penting bagi Borneo FC yang kini menempati posisi kedua klasemen sementara dengan 63 poin, hanya terpaut satu poin dari pemuncak klasemen Persib.

Sementara itu, PSM Makassar harus menelan kekecewaan lebih dalam karena harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-85. Syahrul Lasinari, bek tengah andalan, menerima kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan. Keputusan wasit menambah beban moral tim yang sudah berada dalam kondisi krisis pemain belakang.

Krisis bek ini tidak hanya muncul dari kartu kuning. Sebelumnya, tim pelatih PSM sempat mengumumkan tiga pemain bek yang berpotensi absen pada pertandingan melawan Persik Kediri. Kondisi ini semakin memperparah posisi PSM di klasemen, mengingat lawan mereka berikutnya adalah Persik Kediri yang tengah berjuang untuk mengamankan poin penting.

Berita buruk lainnya, PSM Makassar kini berada di ambang zona degradasi. Dengan selisih poin tipis, klub berisiko terpuruk lebih jauh dan bahkan terancam disalip Persijap, tim lain yang tengah mengejar posisi aman di bagian bawah klasemen. Tekanan ini menuntut manajemen klub untuk segera melakukan langkah-langkah perbaikan, baik dari sisi taktik maupun penguatan skuad.

Dalam rangkaian pertandingan selanjutnya, Borneo FC akan menjamu Semen Padang FC pada 25 April, sementara PSM Makassar dijadwalkan menyambut Persik Kediri di kandang pada 20 April. Kedua laga tersebut menjadi ujian penting bagi masing-masing tim; Borneo FC berambisi menutup jarak dengan pemuncak klasemen, sedangkan PSM Makassar harus berusaha mengumpulkan poin demi menghindari zona degradasi.

Para pengamat menilai bahwa PSM Makassar perlu mengoptimalkan strategi menyerang sambil menstabilkan lini pertahanan. Penggunaan pemain muda dan rotasi posisi mungkin menjadi solusi sementara, namun kehadiran pemain berpengalaman di lini belakang tetap menjadi kebutuhan mendesak. Di sisi lain, dukungan suporter lokal di Parepare diharapkan dapat memberikan semangat tambahan bagi tim, meski situasi kini tidak menguntungkan.

Secara keseluruhan, kegagalan PSM Makassar mengamankan tiga poin melawan Borneo FC menandai fase kritis dalam perjalanan musim ini. Jika tidak ada perbaikan signifikan, klub berisiko berakhir di zona degradasi pada akhir kompetisi. Manajemen, pelatih, dan pemain harus bersatu untuk mengatasi krisis yang melanda, demi menjaga kebanggaan klub dan harapan suporter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *