Bisnis

Harga Perak Melonjak 6,7%: Tren Bullish Baru Memikat Investor di Tengah Kenaikan Harga Emas

×

Harga Perak Melonjak 6,7%: Tren Bullish Baru Memikat Investor di Tengah Kenaikan Harga Emas

Share this article
Harga Perak Melonjak 6,7%: Tren Bullish Baru Memikat Investor di Tengah Kenaikan Harga Emas
Harga Perak Melonjak 6,7%: Tren Bullish Baru Memikat Investor di Tengah Kenaikan Harga Emas

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 19 April 2026 | Pasar logam mulia Indonesia menunjukkan dinamika yang cukup menggetarkan pada pertengahan April 2026. Harga perak global mengalami lonjakan signifikan sebesar 6,7% dalam satu hari, sementara harga perak domestik yang diperdagangkan oleh PT Aneka Tambang (Antam) juga mencatat kenaikan tajam. Kenaikan ini bertepatan dengan peningkatan harga emas yang naik 1,7% pada hari yang sama, menandakan terbentuknya tren bullish yang menarik bagi para investor.

Data terbaru yang dihimpun dari pasar spot global menunjukkan bahwa pada 18 April 2026, harga perak spot mencapai US$80,89 per troy ounce, meningkat 3,15% dibandingkan hari sebelumnya. Harga ini berada di atas level US$80,83 yang dicatat pada 17 April, dan melanjutkan tren kenaikan yang telah berlangsung selama beberapa minggu terakhir. Di pasar berjangka, kontrak perak berjangka tercatat pada angka 81,842, naik dari penutupan sebelumnya yang berada di 78,710, memperkuat ekspektasi pasar akan kenaikan lebih lanjut.

Sementara itu, di pasar domestik, Antam memperkirakan harga perak per gram mencapai Rp2,88 juta, mencerminkan peningkatan hampir 4% dalam pekan ini dan lebih dari 146% dibandingkan tahun lalu. Lonjakan ini tidak hanya terbatas pada satu hari, melainkan merupakan bagian dari tren kenaikan jangka panjang yang dipicu oleh kombinasi faktor ekonomi makro dan permintaan industri yang terus meningkat.

Parameter Global Domestik (Antam)
Harga per troy ounce US$80,89
Harga per gram (IDR) Rp2,88 juta
Persentase kenaikan harian +3,15% +4,0% (perkiraan)
Pergerakan minggu ini +4,0% +4,0%

Beberapa faktor utama yang mendorong kenaikan harga perak antara lain:

  • Ketegangan geopolitik: Konflik di kawasan tertentu meningkatkan permintaan safe-haven, termasuk perak.
  • Kebijakan moneter AS: Kenaikan suku bunga Federal Reserve menurunkan nilai dolar, sehingga harga komoditas berbasis dolar menjadi lebih mahal.
  • Permintaan industri: Sektor elektronik, energi terbarukan, dan fotovoltaik mengonsumsi perak dalam jumlah besar, memperkuat permintaan.
  • Keterbatasan pasokan: Penurunan produksi tambang di beberapa negara utama menambah tekanan pada pasokan.

Seiring dengan pergerakan harga perak, emas juga menunjukkan kenaikan 1,7% pada hari yang sama, menandakan investor semakin tertarik pada logam mulia sebagai lindung nilai inflasi dan volatilitas pasar saham. Kombinasi kenaikan kedua logam tersebut menciptakan sinyal bullish yang cukup kuat, terutama bagi investor ritel dan institusi yang mencari diversifikasi portofolio.

Para analis pasar memperkirakan bahwa tren kenaikan harga perak dapat berlanjut dalam jangka pendek, namun ada risiko moderasi jika kebijakan moneter global mulai melonggarkan atau jika pasokan tambang kembali stabil. Secara teknikal, grafik perak menembus level resistance penting di US$80 per ounce, membuka potensi untuk menguji level US$85 dalam beberapa minggu ke depan.

Di Indonesia, Antam diperkirakan akan terus menyesuaikan harga jual perak sesuai dengan pergerakan pasar internasional, sambil mempertahankan margin keuntungan yang wajar. Investor lokal disarankan untuk memperhatikan faktor likuiditas dan volatilitas, serta mempertimbangkan alokasi yang proporsional dalam portofolio investasi logam mulia.

Secara keseluruhan, lonjakan harga perak pada 19 April 2026 menegaskan posisi logam ini sebagai aset alternatif yang menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dengan dukungan permintaan industri yang kuat dan kondisi geopolitik yang mendukung, perak diperkirakan akan tetap berada dalam radar utama para investor selama beberapa bulan ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *