Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 19 April 2026 | Persebaya Surabaya menelan kekalahan pahit 1-2 di hadapan Madura United pada pertandingan pekan ke-24 Liga 1 yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (17/4/2026). Meskipun tim asuhannya, Green Force, menguasai bola selama 71 persen dan menciptakan peluang berulang, hanya empat tembakan yang berhasil dilepaskan ke gawang lawan. Kegagalan dalam menyelesaikan peluang menjadi sorotan utama, terutama bagi gelandang asal Meksiko, Francisco Rivera, yang kemudian mengungkap rasa kecewa sekaligus melakukan muhasabah diri di ruang ganti.
Sejak peluit pertama, Persebaya menampilkan tekanan tinggi. Penguasaan bola tercatat 71 persen, dengan total 23 operan berhasil menggerakkan alur permainan. Rivera menjadi motor serangan, mencatat 85 menit bermain, tiga intersep, dan dua assist potensial yang sayangnya tidak berujung gol. Namun, efektivitas menyerang tidak sejalan dengan statistik tembakan. Tim hanya berhasil menembakkan empat tembakan ke arah gawang, dua di antaranya harus diselamatkan kiper Madura United.
Strategi Madura United yang terfokus pada pertahanan rapat dan serangan balik cepat terbukti berhasil. Gol pertama mereka tercipta pada menit ke-27 melalui aksi cepat setelah merebut bola di lini tengah. Gol kedua datang pada menit ke-68, memanfaatkan celah di pertahanan Persebaya setelah tekanan tinggi gagal menghasilkan tembakan akurat.
Berikut rangkuman statistik utama pertandingan:
| Statistik | Persebaya Surabaya | Madura United |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 71% | 29% |
| Shots (Tembakan) | 4 | 7 |
| Shots on Target | 2 | 4 |
| Gol | 1 | 2 |
| Pass Accuracy | 84% | 78% |
Setelah peluit akhir, Rivera menampakkan ekspresi serius dalam konferensi pers tim. “Kami sangat kecewa. Kami kecewa karena kalah,” ujar Rivera dengan nada tegas. Ia menekankan bahwa tim sudah melaksanakan instruksi pelatih dengan baik, namun sayangnya dominasi di tengah lapangan tidak berbuah gol.
Rivera menambahkan bahwa lawan sudah diprediksi akan bermain dengan formasi bertahan dan menunggu peluang lewat serangan balik. “Kami tahu mereka akan bertahan dan menunggu kesempatan. Kami menciptakan peluang, tetapi tidak bisa mencetak gol,” jelasnya. Pernyataan ini menegaskan masalah klasik Persebaya musim ini, yakni kurangnya ketajaman finishing.
Selain itu, Rivera juga menyoroti kondisi ruang ganti pasca pertandingan. Ia menyampaikan bahwa suasana ruang ganti terasa tegang, dengan pemain saling memberi masukan untuk memperbaiki eksekusi di menit-menit krusial. “Kami harus belajar dari kesalahan ini, meningkatkan kecepatan eksekusi, dan lebih tajam dalam penyelesaian akhir,” pungkasnya.
Para pendukung Bonek dan Bonita yang hadir dalam jumlah besar di stadion tetap memberikan sorakan, namun tidak cukup mengangkat moral tim yang kehilangan momentum pada dua fase penting. Kejadian ini menambah tekanan pada pelatih dan manajemen klub untuk segera melakukan penyesuaian taktis, terutama dalam hal pergerakan pemain depan dan pemilihan posisi tembakan.
Ke depan, Persebaya Surabaya dijadwalkan menghadapi Persija Jakarta di pekan berikutnya. Tim diprediksi akan memperbaiki pola serangannya, dengan harapan dapat mengkonversi penguasaan bola menjadi gol yang lebih banyak. Rivera menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi, baik dalam menciptakan peluang maupun menambah gol bagi skuad hijau tua.
Dengan catatan statistik yang menunjukkan dominasi, namun hasil akhir yang mengecewakan, Persebaya harus mengatasi masalah finishing dan meningkatkan koordinasi antar lini. Sementara itu, Francisco Rivera tetap menjadi sosok kunci yang diharapkan dapat menginspirasi rekan-rekannya untuk bangkit kembali.











