OLAHRAGA

Veda Ega Pratama Siap Tantang Balapan Moto3 Hungaria 2026

×

Veda Ega Pratama Siap Tantang Balapan Moto3 Hungaria 2026

Share this article
Veda Ega Pratama Siap Tantang Balapan Moto3 Hungaria 2026
Veda Ega Pratama Siap Tantang Balapan Moto3 Hungaria 2026

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 03 Juni 2026 | Veda Ega Pratama akan menghadapi seri kedelapan Moto3 Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park, Hungaria, pada 5-7 Juni. Pembalap Honda Team Asia itu datang dengan modal konsistensi impresif setelah mengoleksi 66 poin dan menempati posisi kelima klasemen sementara, hanya terpaut satu angka dari peringkat keempat Brian Uriarte.

Setelah menyelesaikan balapan Moto3 Italia di Sirkuit Mugello dengan finis posisi kedelapan, Veda Ega Pratama tidak memiliki banyak waktu untuk beristirahat. Rider muda Indonesia tersebut langsung mengalihkan fokus ke Balaton Park yang menjadi salah satu tantangan baru dalam kalender Moto3 musim 2026.

Veda Ega Pratama menunjukkan perkembangan signifikan pada musim debutnya di Kejuaraan Dunia Moto3. Hingga tujuh seri berlangsung, pembalap Honda Team Asia itu berhasil mengumpulkan 66 poin dan menembus lima besar klasemen sementara.

Pencapaian tersebut semakin istimewa karena Veda merupakan salah satu rookie yang langsung mampu bersaing dengan para pembalap berpengalaman. Konsistensinya menjadi senjata utama sepanjang musim berjalan.

Musim 2026 dibuka dengan hasil mengesankan ketika Veda finis kelima di Thailand. Penampilan tersebut langsung mengirim pesan dirinya bukan sekadar pelengkap di grid Moto3 musim ini.

Momentum terbaik hadir pada seri Brasil saat Veda Ega Pratama mencetak sejarah dengan meraih podium ketiga. Hasil itu menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karirnya sekaligus menegaskan potensi besar yang dimiliki pembalap asal Indonesia tersebut.

Veda Ega Pratama juga menunjukkan aksi comeback gemilang di balapan Moto3 Italia di Sirkuit Mugello. Start ke-13, ia sempat melorot ke posisi 16 pada lap-lap awal, tetapi mampu menembus posisi empat besar pada pertengahan balapan.

Sementara itu, pembalap Spanyol, Maximo Quiles, yang selama ini tampil dominan, akhirnya harus menerima hasil pahit setelah gagal mempertahankan performa gemilangnya. Pembalap binaan legenda MotoGP Marc Marquez tersebut bahkan terlihat meluapkan emosinya di garasi tim usai balapan berakhir.

Di tengah kesulitan yang dialami Quiles, Veda Ega Pratama justru menunjukkan performa yang semakin matang. Rider Honda Team Asia asal Gunungkidul, Yogyakarta itu kembali membuktikan kemampuannya bersaing dengan para pembalap terbaik dunia.

Veda tampil agresif namun tetap tenang sepanjang balapan. Ia mampu menjaga konsistensi lap demi lap dan memanfaatkan setiap peluang yang muncul. Saat Quiles kehilangan posisi akibat insiden selip ban, Veda langsung bergerak maju dan berhasil melewatinya.

Hasilnya, Veda menuntaskan balapan di posisi kedelapan. Pencapaian tersebut memperpanjang tren positifnya yang selalu mampu finis di zona sepuluh besar pada beberapa seri terakhir.

Prestasi itu sekaligus memperkuat posisi Veda sebagai salah satu talenta muda Asia yang mulai diperhitungkan di kejuaraan dunia Moto3.

Usai balapan, kekecewaan Quiles terlihat jelas. Ia memulai balapan dari posisi ke-14, tetapi mampu menunjukkan kualitasnya dengan menyalip sejumlah rival dan perlahan masuk ke rombongan depan.

Bahkan saat balapan memasuki pertengahan lomba, pembalap Aspar Team tersebut berhasil naik ke posisi kedua. Perjuangan Quiles tampak berjalan sempurna.

Akan tetapi, karakter Sirkuit Mugello yang terkenal dengan trek lurus panjang dan pertarungan slipstream membuat situasi berubah sangat cepat. Persaingan ketat terus terjadi hingga lap-lap akhir.

Setiap pembalap berusaha memanfaatkan angin dari motor lawan untuk mendapatkan kecepatan tambahan. Akibatnya, posisi pembalap berubah hampir di setiap tikungan.

Nyaris Terjatuh, Posisi Quiles Langsung Merosot. Saat memasuki lap kedua terakhir, ban belakang motor Quiles tiba-tiba kehilangan traksi. Motor sempat bergerak liar dan hampir melemparnya ke aspal dalam insiden highside yang berbahaya.

Beruntung, Quiles berhasil melakukan penyelamatan luar biasa dan tetap melanjutkan balapan. Namun, insiden tersebut membuat ritmenya terganggu. Sejumlah pembalap langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk menyalip.

Dalam hitungan detik, posisi Quiles merosot jauh dari kelompok terdepan. Ketika bendera finis berkibar, pembalap berusia 18 tahun itu hanya mampu mengamankan posisi ke-11.

Hasil tersebut menjadi catatan terburuknya sepanjang musim Moto3 2026. Di tengah kesulitan yang dialami Quiles, pembalap Indonesia Veda Ega Pratama justru menunjukkan performa yang semakin matang.

Rider Honda Team Asia asal Gunungkidul, Yogyakarta itu kembali membuktikan kemampuannya bersaing dengan para pembalap terbaik dunia. Veda tampil agresif namun tetap tenang sepanjang balapan.

Ia mampu menjaga konsistensi lap demi lap dan memanfaatkan setiap peluang yang muncul. Saat Quiles kehilangan posisi akibat insiden selip ban, Veda langsung bergerak maju dan berhasil melewatinya.

Hasilnya, Veda menuntaskan balapan di posisi kedelapan. Pencapaian tersebut memperpanjang tren positifnya yang selalu mampu finis di zona sepuluh besar pada beberapa seri terakhir.

Prestasi itu sekaligus memperkuat posisi Veda sebagai salah satu talenta muda Asia yang mulai diperhitungkan di kejuaraan dunia Moto3.

Kesimpulan, Veda Ega Pratama telah menunjukkan kemampuan dan konsistensi yang impresif di musim Moto3 2026. Ia telah membuktikan dirinya sebagai salah satu pembalap muda yang berpotensi di kejuaraan dunia Moto3.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *