Pendidikan

Pemerintah Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, Bagaimana Dengan Kesiapan Anak Masuk SD?

×

Pemerintah Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, Bagaimana Dengan Kesiapan Anak Masuk SD?

Share this article
Pemerintah Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, Bagaimana Dengan Kesiapan Anak Masuk SD?
Pemerintah Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, Bagaimana Dengan Kesiapan Anak Masuk SD?

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 02 Juni 2026 | Pemerintah resmi memperbolehkan anak usia di bawah 7 tahun masuk Sekolah Dasar (SD) melalui Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025. Dalam aturan tersebut, anak berusia minimal 5 tahun 6 bulan dapat mendaftar SD dengan syarat memiliki kecerdasan dan kesiapan psikis.

Namun, pakar pendidikan mengingatkan bahwa kesiapan anak masuk SD tidak hanya ditentukan oleh usia ataupun kemampuan calistung. Orang tua perlu memperhatikan kesiapan emosional, sosial, hingga kemandirian anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar.

Dewan Pakar Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan, Bukik Setiawan, menyebut ada enam tanda anak sudah siap masuk SD. Mulai dari mampu mengikuti instruksi sederhana, mandiri dalam kebutuhan dasar, hingga bisa bersosialisasi dengan teman sebaya.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendiksasmen) melalui program INOVASI menyatakan komitmen bersama penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Dalam implementasinya, Kemendikdasmen menggandeng Kedutaan Besar Australia.

Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, program ini merupakan kelanjutan dari Peraturan Mendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman. Program ini merupakan upaya untuk menjamin perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, keamanan sosiokultural, dan keadaban digital di lingkungan sekolah.

Di lain pihak, Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menegaskan pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 tingkat sekolah dasar negeri (SDN) berlangsung transparan dan tanpa praktik kecurangan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batang Bambang Suryantoro Sudibyo mengatakan seluruh proses pendaftaran SPMB wajib dilakukan secara daring.

Sekolah Pelita Harapan (SPH) juga memulai pembangunan kampus permanen baru di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Kampus ini ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2028 dan akan melayani siswa dari jenjang Kindergarten hingga Grade 12 dengan kapasitas mencapai 1.200 siswa.

Kasus perundungan terhadap seorang siswi sekolah dasar di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menjadi sorotan publik setelah foto bekas jeratan di leher korban viral di media sosial. Korban yang masih duduk di bangku kelas 5 itu diduga menjadi sasaran kekerasan oleh beberapa teman sekelasnya saat berada di lingkungan sekolah.

Kasus ini memicu keprihatinan banyak pihak mengenai perundungan di lingkungan pendidikan. Pemerintah dan sekolah perlu meningkatkan kesadaran dan komitmen untuk mencegah perundungan dan mempromosikan budaya sekolah yang aman dan nyaman.

Kesiapan anak masuk SD tidak hanya ditentukan oleh usia ataupun kemampuan calistung, tetapi juga kesiapan emosional, sosial, dan kemandirian. Orang tua perlu memperhatikan kesiapan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar. Pemerintah dan sekolah perlu bekerja sama untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen untuk mencegah perundungan dan mempromosikan budaya sekolah yang aman dan nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *