Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 02 Juni 2026 | Selat Hormuz menjadi sorotan internasional setelah dua kapal kargo komersial yang terafiliasi dengan Israel disita oleh Iran. Kapal-kapal tersebut dilaporkan melewati Selat Hormuz tanpa izin, sehingga memicu ketegangan antara Iran dan Israel.
Menurut laporan, Amerika Serikat telah mengawal sekitar 70 kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz dalam tiga pekan terakhir. Ini dilakukan dalam upaya meredakan ketegangan antara AS dan Iran. Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan dicabut, namun penasihat militer pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyatakan bahwa militer AS tetap melanjutkan blokade.
Iran juga berkomitmen membersihkan seluruh ranjau di Selat Hormuz dalam waktu 30 hari dan tidak akan dikenai pungutan apa pun untuk pengiriman melalui Selat Hormuz. Gencatan senjata antara AS dan Iran diperpanjang selama 60 hari. Sementara itu, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terus memantau lalu lintas kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Ketegangan antara AS dan Iran memuncak setelah serangan terhadap target-target di Iran pada 28 Februari, yang menewaskan lebih dari 3.000 orang. Pembicaraan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil, dan AS kemudian memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Kesimpulan dari peristiwa ini adalah bahwa situasi di Selat Hormuz masih sangat tidak stabil dan memerlukan perhatian internasional untuk meredakan ketegangan dan memastikan keamanan navigasi di wilayah tersebut.











