Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 01 Juni 2026 | Arsenal harus menerima kekalahan menyakitkan di tangan Paris Saint-Germain (PSG) pada final Liga Champions 2025/2026. Pertandingan berlangsung sengit sepanjang 120 menit, dengan skor akhir 1-1 sebelum PSG memenangkan adu penalti dengan skor 4-3.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengungkapkan kekecewaannya atas keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya. Ia menyoroti insiden yang melibatkan Noni Madueke dan merasa Arsenal seharusnya mendapatkan penalti. Arteta juga memuji kualitas individu para pemain PSG dan kemampuan tim asuhan Luis Enrique dalam mengelola pertandingan.
Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Arsenal yang tampil konsisten sepanjang kompetisi. Arteta meminta para pemainnya untuk menerima rasa sakit tersebut sebagai bagian dari proses berkembang dan berharap pengalaman pahit di final ini dapat menjadi pelajaran berharga untuk menghadapi tantangan di masa mendatang.
Keputusan Arteta untuk menunjuk Gabriel Magalhaes sebagai eksekutor penalti kelima juga menjadi perbincangan. Arteta menjelaskan bahwa keputusan tersebut datang dari Gabriel sendiri, yang secara sukarela mengajukan diri untuk mengambil penalti penentu.
Arsenal sebenarnya mengawali pertandingan dengan sempurna, membuka keunggulan melalui gol Kai Havertz. Namun, PSG berhasil menyamakan kedudukan melalui gol penalti Ousmane Dembele. Skor imbang bertahan hingga waktu normal berakhir, dan babak tambahan waktu juga tidak menghasilkan gol tambahan.
Pertandingan akhirnya ditentukan melalui adu penalti, di mana PSG terbukti lebih tenang dalam mengonversi peluang dari titik putih. Bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, gagal melakukan tugasnya sebagai eksekutor kelima, memastikan PSG memenangkan gelar Liga Champions untuk musim kedua berturut-turut.
Kesimpulan, kekalahan Arsenal di final Liga Champions menjadi catatan pahit bagi tim asuhan Mikel Arteta. Namun, dengan semangat dan dedikasi, Arsenal diharapkan dapat bangkit kembali dan menunjukkan kemampuan mereka di kompetisi mendatang.











