Pendidikan

Nilai TKA SD Negeri di Semarang Menunjukkan Capaian Tinggi, Namun Masih Ada Siswa dengan Nilai Rendah

×

Nilai TKA SD Negeri di Semarang Menunjukkan Capaian Tinggi, Namun Masih Ada Siswa dengan Nilai Rendah

Share this article
Nilai TKA SD Negeri di Semarang Menunjukkan Capaian Tinggi, Namun Masih Ada Siswa dengan Nilai Rendah
Nilai TKA SD Negeri di Semarang Menunjukkan Capaian Tinggi, Namun Masih Ada Siswa dengan Nilai Rendah

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 31 Mei 2026 | Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SD Negeri wilayah Kota Semarang menunjukkan capaian yang cukup tinggi, dengan nilai tertinggi mencapai 96,87 untuk matematika dan 90,6 untuk bahasa Indonesia. Namun, di sisi lain, masih ada beberapa siswa yang mendapatkan nilai rendah, sekitar 30-40. Kepala sekolah SDN Pendrikan Lor 3 Semarang, Imam Santoso, menilai bahwa hasil TKA tersebut menjadi bahan evaluasi yang penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa.

Imam Santoso menjelaskan bahwa dari 50 siswa kelas VI yang mengikuti TKA, ada tiga siswa yang mendapatkan nilai terendah, yaitu sekitar 30. Sementara itu, nilai rata-rata TKA untuk bahasa Indonesia mencapai 90,6, dengan nilai tertinggi 96,87 untuk matematika. Kepala sekolah tersebut menyarankan orang tua dan wali murid untuk lebih aktif mendampingi anaknya belajar di rumah, agar anak dapat fokus pada pelajaran dan meningkatkan kemampuan akademiknya.

Secara nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat bahwa partisipasi TKA mencapai 98,12 persen, dengan rata-rata nilai bahasa Indonesia lebih tinggi daripada matematika pada jenjang SD/MI dan SMP/MTs. Sementara itu, Ombudsman RI menyarankan adanya sistem terpadu yang saling terintegrasi antarkementerian dalam penanganan Tenaga Kerja Asing (TKA) dan antisipasi kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Lestari Moerdijat, seorang tokoh pendidikan, menekankan bahwa hasil TKA 2026 harus dijadikan dasar perbaikan pendidikan. Ia menyarankan agar pemerintah dan sekolah lebih serius dalam meningkatkan kualitas pendidikan, terutama dalam hal kemampuan akademik siswa. Dengan demikian, diharapkan bahwa pendidikan di Indonesia dapat meningkatkan kualitasnya dan menghasilkan lulusan yang lebih siap untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Di sisi lain, terdapat beberapa sekolah yang menerapkan skema sekolah maung, yaitu sekolah yang memberikan prioritas pada prestasi akademik siswa. Namun, jalur prestasi di SMAN 1 Kota Banjar justru sepi peminat karena syarat yang terlalu ketat. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak sekolah yang belum serius dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, perlu dilakukan evaluasi yang lebih serius dan terstruktur. Pemerintah dan sekolah harus bekerja sama untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa, terutama dalam hal matematika dan bahasa Indonesia. Dengan demikian, diharapkan bahwa pendidikan di Indonesia dapat meningkatkan kualitasnya dan menghasilkan lulusan yang lebih siap untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *