Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 30 Mei 2026 | Pierre Sage, pelatih RC Lens, telah mencapai kesuksesan luar biasa pada musim 2025/2026. Klub berjuluk Les Sang itu finis sebagai runner-up dengan koleksi 70 poin dalam 34 pertandingan. Selain itu, RC Lens juga sukses menjuarai Coupe de France setelah mengalahkan OGC Nice dengan skor 3-1 pada 23 Mei 2026.
Capaian tersebut tidak lepas dari peran sang pelatih, Pierre Sage. Awalnya, tidak ada yang memperhitungkan pelatih berusia 47 tahun itu karena Sage sebelumnya dipecat Olympique Lyon pada pertengahan 2024/2025. Namun, ia berhasil menciptakan sejarah dengan menjuarai Coupe de France untuk pertama kalinya sejak RC Lens berdiri.
Pierre Sage memiliki latar belakang karier yang berbeda dari kebanyakan pelatih sepak bola. Ia tidak memiliki rekam jejak mentereng seputar kariernya sebagai pemain. Sage hanya berstatus pesepak bola amatir dari usia 6 tahun sampai 24 tahun bersama CS Belley. Kiprahnya sebagai pesepak bola amatir tidak begitu panjang.
Sage memutuskan pindah ke Chateauroux untuk bekerja sebagai tim pencari bakat pada 2003. Setahun kemudian, ia hengkang ke PL Vallee sebagai Direktur Teknis pada 2004. Setelah bekerja di PL Vallee selama 3 tahun, ia memulai kariernya sebagai manajer tim bersama FBBP01 pada 2007 dan mengemban jabatan manajer tim senior di SO Chambery pada 2013.
Sage kembali masuk jajaran manajemen klub kala bekerja di CS Sedan sebelum pindah ke AS Lyon-Duchere sebagai asisten pelatih pada 2018. Pierre Sage mengawali kariernya sebagai pelatih ketika menangani tim muda Olympique Lyon pada Juli 2019–Desember 2021. Ia kemudian memutuskan menerima tawaran menjadi asisten pelatih Habib Beye di Red Star FC pada Januari 2022.
Sage memutuskan kembali ke Lyon dengan menjabat sebagai manajer akademi pada Juli 2023. Berselang 3 bulan, ia ditunjuk sebagai pelatih interim tim utama Lyon setelah Fabio Grosso dipecat pada November 2023. Sage langsung menelan 2 kekalahan dalam 2 laga pertamanya pada Ligue 1 2023/2024.
Lyon kalah 2-3 dari RC Lens dan 0-3 dari Olympique Marseille. Meski begitu, ia mampu memperbaiki performa Lyon dengan menang dalam tiga laga beruntun dengan catatan nirbobol. Lyon kala itu menang 3-0 atas Toulouse pada pekan 15, 1-0 atas AS Monaco pada pekan 16, dan FC Nantes pada pekan 17.
Ditambah lagi, Lyon menang 3-0 atas CA Pontarlier pada babak kelima Coupe de France pada 7 Januari 2024. Berkat performa fantastis itu, Sage mendapat kontrak permanen dari Lyon. Ia sukses membawa Lyon finis di peringkat ke-6 Ligue 2023/2024 sehingga berhak lolos ke Liga Europa (UEL) pada 2024/2025.
Namun, performa Lyon mengalami turbulensi memasuki paruh kedua 2024/2025. Les Gones kala itu menelan 2 kekalahan dan 3 berimbang. Ditambah lagi, Sage terlibat konflik internal dengan manajemen Lyon sehingga ia dipecat pada Januari 2025.
Seiring waktu, Sage membuktikan dirinya sebagai pelatih yang tangguh dan mampu membawa RC Lens meraih kesuksesan. Ia telah menciptakan sejarah dengan menjuarai Coupe de France dan membawa RC Lens finis sebagai runner-up pada musim 2025/2026.
Hal ini membuktikan bahwa Sage memiliki kemampuan dan pengalaman yang luas dalam mengelola tim sepak bola. Ia juga memiliki kemampuan untuk memotivasi pemain dan membuat mereka bermain dengan baik.
Dengan kesuksesan ini, Sage telah membuktikan dirinya sebagai salah satu pelatih terbaik di Prancis. Ia telah membawa RC Lens meraih kesuksesan dan menciptakan sejarah dalam dunia sepak bola Prancis.











