BERITA

PTBA Catat Lonjakan Emisi Operasional Batu Bara dalam 5 Tahun Terakhir

×

PTBA Catat Lonjakan Emisi Operasional Batu Bara dalam 5 Tahun Terakhir

Share this article
PTBA Catat Lonjakan Emisi Operasional Batu Bara dalam 5 Tahun Terakhir
PTBA Catat Lonjakan Emisi Operasional Batu Bara dalam 5 Tahun Terakhir

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 30 Mei 2026 | PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID, mencatat lonjakan emisi gas rumah kaca (GRK) dari operasional tambang batu bara dalam lima tahun terakhir. Total emisi PTBA naik dua kali lipat dari 544.650 ton karbon dioksida ekuivalen (tCO2e) pada 2021 menjadi 1,18 juta tCO2e di tahun 2025.

Mengutip Katadata ESG Insight (KESGI), emisi mencapai 828.910 tCO2e pada 2022, lalu meningkat menjadi 1,02 juta tCO2e pada 2023, kemudian 1,09 juta tCO2e pada 2024. "Selama tahun pelaporan PTBA telah mengukur CO2 dari emisi gas rumah kaca cakupan atau scope 1 yang sumber utamanya adalah penggunaan energi dari sumber energi tidak terbarukan berbahan fosil," tulis PTBA dalam Laporan Keberlanjutan 2025.

Berdasarkan laporan tersebut, emisi pembakaran bahan bakar alat berat penambangan mencapai 1,02 juta ton CO2e, sekitar 99 persen dari total emisi langsung perusahaan tahun 2025. Jumlahnya meningkat 9,2 persen dibandingkan 2024 yakni 942.698 tCO2e. Di sisi lain, emisi dari pembakaran stasioner berupa genset dan boiler dilaporkan memiliki porsi yang lebih kecil yaitu 186 tCO2e pada periode yang sama.

PTBA juga melaporkan emisi dari kendaraan operasional sebesar 17.887 tCO2e pada 2025. Angkanya meningkat dibandingkan 16.956 tCO2e pada 2024, dan 14.977 tCO2e pada 2023. Sementara, emisi dari perubahan penggunaan lahan dan kehutanan turun menjadi 846.172 tCO2e dibandingkan 2024 sebesar 1,09 juta tCO2e, serta 1,06 juta tCO2e pada 2023.

"Emisi kategori ini berasal dari aktivitas seperti pembukaan lahan, penebangan pohon, perubahan tutupan lahan, serta faktor lain yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan tambang dan reklamasi," beber PTBA dalam laporannya.

PTBA menargetkan penurunan 37.741 tCO2e. PTBA menurunkan emisi GRK sebesar 16 persen dibandingkan skenario Business as Usual (BAU) pada 2025. Total, 424.082 tCO2e berkurang selama 2025 dan telah melampaui target. Di 2024, pengurangan emisi sebesar 325.329 tCO2e, dan pada 2023 yakni 323.296 tCO2e.

Perseroan menyebut upaya penurunan emisi dilakukan melalui berbagai kebijakan serta program yang diterapkan dalam kegiatan operasional perusahaan. "PTBA telah melaksanakan berbagai kebijakan, termasuk upaya menurunkan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dalam proses bisnis," jelas PTBA dalam laporan tersebut.

Pemangkasan emisi dilakukan melalui elektrifikasi alat tambang, reklamasi dan penanaman pohon di lahan bekas tambang, hingga efisiensi operasional batu bara. PTBA turut mengoperasikan tujuh unit shovel listrik dan 40 unit dump truck hibrida guna mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Selain itu, sejumlah pompa yang sebelumnya menggunakan mesin diesel juga diganti menjadi bertenaga listrik.

Di sisi lain, kegiatan reklamasi dan penanaman pohon menjadi penyumbang terbesar dalam upaya penurunan emisi. Program ini berhasil menyerap emisi karbon hingga 232.773 tCO2e sepanjang 2025.

Dalam beberapa tahun terakhir, PTBA terus berupaya meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak lingkungan dari operasionalnya. Dengan demikian, perusahaan berharap dapat mencapai target pengurangan emisi dan meningkatkan kontribusi pada pengembangan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *