Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 28 Mei 2026 | Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot signifikan pada perdagangan saham Selasa, 26 Mei 2026, dengan penurunan sebesar 1,23% jelang libur Idul Adha. Sentimen eksternal dan internal menjadi penyebab utama penurunan ini.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa pergerakan IHSG masih berada pada fase downtrend. Di sisi lain, perdagangan pada pekan ini cenderung sempit dan juga pada akhir bulan ini akan ada rebalancing MSCI sehingga diperkirakan masih akan terjadinya outflow pada IHSG.
Sementara itu, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PT Perusahaan Gas Negara Tbk menyetujui pembagian dividen tunai sebesar 172,29 juta dolar AS atau sekitar Rp 3,04 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Nilai tersebut setara 80 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar 215,36 juta dolar AS.
Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan bahwa perseroan mempertahankan rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR) sebesar 80 persen sebagai upaya menjaga keseimbangan antara imbal hasil bagi pemegang saham dan keberlanjutan bisnis jangka panjang.
PGN tetap melanjutkan kebijakan dividen yang konsisten dengan tetap menjaga fleksibilitas keuangan untuk mendukung pengembangan infrastruktur dan bisnis gas bumi nasional. PGN menilai prospek bisnis gas bumi domestik masih positif seiring meningkatnya kebutuhan energi nasional dan peran gas bumi sebagai energi transisi.
Perseroan juga terus menjaga keandalan operasional melalui pengelolaan portofolio gas berbasis pipa dan LNG secara adaptif, optimalisasi infrastruktur, serta efisiensi operasional dan keuangan. Ke depan, PGN akan terus menjalankan strategi pertumbuhan secara prudent dengan tetap menerapkan disiplin keuangan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Di tengah lesunya bumi saham, PGN membuktikan komitmennya untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham melalui pembagian dividen yang signifikan. Ini menjadi sinyal positif bagi investor untuk mempertimbangkan potensi pertumbuhan di sektor energi.
Kesimpulan, penurunan IHSG jelang libur Idul Adha menjadi perhatian bagi investor. Namun, keputusan PGN untuk membagi dividen sebesar Rp 3,04 triliun menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dan membagikannya kepada pemegang saham. Ini dapat menjadi pertimbangan bagi investor untuk mempertimbangkan investasi di sektor energi.











