HUKUM

Prajurit TNI Terlibat dalam Kasus Kematian Siswa SMP, Hukuman dan Kontroversi

×

Prajurit TNI Terlibat dalam Kasus Kematian Siswa SMP, Hukuman dan Kontroversi

Share this article
Prajurit TNI Terlibat dalam Kasus Kematian Siswa SMP, Hukuman dan Kontroversi
Prajurit TNI Terlibat dalam Kasus Kematian Siswa SMP, Hukuman dan Kontroversi

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 26 Mei 2026 | Pengadilan Tinggi Militer I Medan telah memutuskan untuk menguatkan vonis 10 bulan penjara bagi Sertu Riza Pahlivi, seorang prajurit TNI yang terlibat dalam kasus kematian seorang siswa SMP berinisial MHS. Kasus ini telah menimbulkan kontroversi dan perdebatan tentang hukuman yang diberikan.

Menurut laporan, Sertu Riza Pahlivi telah menganiaya MHS hingga meninggal dunia. Pengadilan Militer I-02 telah menjatuhkan vonis 10 bulan penjara bagi Sertu Riza, serta membayar restitusi sebesar Rp 12,7 juta kepada keluarga korban.

Namun, kuasa hukum keluarga korban, Lenny Damanik, menyatakan bahwa hukuman tersebut terlalu ringan dan tidak memberikan keadilan bagi korban. Mereka juga menyatakan bahwa proses hukum telah dilakukan dengan tidak transparan dan tidak memberikan kesempatan bagi keluarga korban untuk mengajukan banding.

Sementara itu, Kepala Laboratorium Indonesia 2045, Jaleswari Pramodhawardhani, menyatakan bahwa TNI seharusnya tidak menjadi aktor pembangunan, melainkan alat negara yang mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara. Ia juga mengkritik perluasan penempatan prajurit TNI di jabatan sipil, yang dapat mengganggu kesiapan tempur militer.

Di lain pihak, Kodam Jaya telah memastikan bahwa prajurit TNI akan dilibatkan dalam patroli gabungan anti begal bersama Polda Metro Jaya. Namun, seluruh operasi tetap berada di bawah kendali kepolisian.

Kasus ini telah menimbulkan perdebatan tentang peran TNI dalam masyarakat dan bagaimana mereka harus bertindak dalam situasi tertentu. Selain itu, kasus ini juga telah menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses hukum, terutama dalam kasus yang melibatkan anggota TNI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *