Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 26 Mei 2026 | Yerusalem – Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan secara aktif berupaya mencabut hak perwalian historis Yordania atas kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Kedua negara yang bersekutu itu disebut sedang mengupayakan pengaturan baru yang akan membuat pengelolaan situs suci Islam itu selaras dengan kepentingan Israel.
Laporan tersebut disampaikan oleh media Middle East Eye (MEE) yang mengutip sejumlah sumber dari kalangan pejabat AS, Yordania, dan Palestina, serta sumber-sumber dari negara Barat dan negara Teluk.
Menurut sumber-sumber tersebut, rencana semacam itu didukung oleh Jared Kushner, menantu Presiden AS Donald Trump yang tidak memiliki peran resmi dalam pemerintahan, dan Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee — pendukung Israel sejak lama.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, otoritas Wakaf Islam Yerusalem yang didukung Yordania akan berakhir secara tiba-tiba, lalu sebuah badan baru yang dibentuk oleh pemerintah Israel akan menyatakan Masjid Al-Aqsa sebagai “pusat multi-agama”.
Wakaf Islam Yerusalem merupakan badan otonom yang berafiliasi dengan Kementerian Wakaf Yordania, yang secara historis dan menurut hukum internasional, diakui sebagai pengelola tunggal kompleks Masjid Al-Aqsa.
Sementara itu, di tempat lain, Masjid Agung Al-Azhar di Jakarta Selatan menyiapkan rekayasa lokasi pelaksanaan salat Iduladha 1447 Hijriah untuk mengantisipasi hujan. Pengelola masjid telah menyiapkan berbagai antisipasi teknis, termasuk kemungkinan cuaca buruk.
Di lain pihak, kalender Islam memasuki bulan Dzulhijjah, yang artinya umat Islam akan segera merayakan Iduladha. Tahun ini, Iduladha jatuh pada tanggal 27 atau 28 Mei, tergantung pada penampakan bulan.
Bagi mereka yang ingin melakukan perjalanan pada saat Iduladha, Kalba di pantai timur Uni Emirat Arab menawarkan destinasi yang menarik. Dengan cuaca yang relatif lebih sejuk dibandingkan dengan daerah pedalaman, Kalba menyediakan berbagai kegiatan luar ruangan seperti hiking, kayak, dan relaksasi di pantai.
Sementara itu, di dunia sepak bola, Sergio Conceicao meninggalkan Al-Ittihad setelah kekalahan dalam perlombaan gelar liga Saudi Pro League melawan Al-Nassr yang dibintangi Cristiano Ronaldo.
Conceicao, yang sebelumnya melatih Porto, tidak dapat memenuhi harapan untuk membawa Al-Ittihad meraih gelar liga, dan akhirnya diputuskan untuk berpisah secara mutual.
Dalam beberapa pekan terakhir, spekulasi tentang masa depan Conceicao di Al-Ittihad telah berkembang, terutama setelah kekalahan telak dari Al-Nassr yang memastikan kekalahan Al-Ittihad dalam perlombaan liga.
Conceicao akan meninggalkan Al-Ittihad setelah hanya satu musim, dan klub tersebut telah memulai pencarian untuk menemukan penggantinya.
Kesimpulan, berbagai peristiwa penting terjadi di berbagai belahan dunia, mulai dari upaya AS-Israel untuk menguasai Masjid Al-Aqsa hingga perjalanan menuju Iduladha dan perkembangan sepak bola di Timur Tengah.











