Ekonomi

IHSG Turun ke 6.094,94 Imbas Kerugian Sektor Energi

×

IHSG Turun ke 6.094,94 Imbas Kerugian Sektor Energi

Share this article
IHSG Turun ke 6.094,94 Imbas Kerugian Sektor Energi
IHSG Turun ke 6.094,94 Imbas Kerugian Sektor Energi

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 21 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan pada hari ini, dengan nilai IHSG turun ke 6.094,94. Penurunan ini dipengaruhi oleh kerugian di sektor energi.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan beberapa pihak lainnya telah melakukan pertemuan dengan pejabat Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk membahas upaya memulihkan kepercayaan investor. Pada pertemuan tersebut, mereka membahas langkah-langkah untuk meningkatkan kepercayaan investor global serta mempertahankan pertumbuhan investor ritel.

Menurut Friderica Widyasari Dewi, kepala OJK, penurunan IHSG masih relatif moderat dan selaras dengan kinerja bursa global dan regional yang melemah akibat perang antara Amerika Serikat dan Iran, serta ekspektasi kebijakan moneter yang akan diterapkan.

IHSG merupakan indikator yang menggambarkan pergerakan harga saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG berfungsi sebagai alat ukur untuk menilai kondisi pasar saham nasional dan memberikan gambaran singkat tentang keadaan pasar modal tanpa harus menganalisis setiap saham secara individual.

Pada kesempatan lain, analis dan aktivis khawatir bahwa Indonesia mungkin sedang menuju kondisi yang mirip dengan situasi sebelum krisis tahun 1998. Rupiah telah melemah sejak akhir Februari akibat perang di Timur Tengah, dan baru-baru ini mencapai rekor terendah sekitar 17.600 per dolar AS, sehingga menjadi salah satu mata uang terburuk di Asia.

Dalam beberapa hari terakhir, IHSG terus mengalami penurunan. Pada Rabu, IHSG turun 0,82 persen, dipimpin oleh penurunan di sektor energi dan bahan baku, setelah Prabowo mengungkapkan rencana untuk mengendalikan ekspor komoditas strategis secara terpusat. Kebijakan baru ini telah memicu kekhawatiran tentang kontrol negara yang lebih besar dan laba yang lebih lemah di industri kunci.

Bank Indonesia juga telah menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun, dengan kenaikan 50 poin dasar menjadi 5,25 persen, untuk memprioritaskan stabilisasi rupiah dan aliran portofolio asing.

Kesimpulan, IHSG terus mengalami penurunan akibat kerugian di sektor energi dan kekhawatiran tentang kondisi perekonomian global. Otoritas berusaha untuk memulihkan kepercayaan investor dan mempertahankan pertumbuhan investor ritel. Namun, situasi ini masih perlu diawasi dengan ketat karena potensi krisis yang mengancam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *