Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 18 April 2026 | Racing Santander memperkuat posisinya di puncak klasemen LaLiga Hypermotion setelah mengalahkan Real Sociedad B dengan skor 3-1 pada pertandingan ke-36 yang berlangsung di Estadio Zubieta XXI, San Sebastián, pada Jumat, 17 April 2026 pukul 20:30 (waktu setempat). Kemenangan ini menambah tiga poin penting bagi sang juara, sementara Sanse berjuang keras menghindari zona degradasi.
Racing memulai laga dengan formasi 4-2-3-1 yang dipimpin oleh pelatih José Alberto, menurunkan skuad lengkap yang mencakup penjaga gawang Eriksson, bek kanan Marco Sangalli, bek kiri Maguette, serta gelandang bertahan Iñigo Vicente dan Andrés Martín. Penyerang utama Andrés Martín dan Giorgi Guliashvili berada di lini depan, didukung oleh pemain sayap seperti Aldasoro dan Arana.
Real Sociedad B, yang dipimpin oleh Ion Ansotegi, menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan Aitor Fraga sebagai kiper. Barisan pertahanan terdiri dari Arana, Kazunari Kita, Unax Agote dan Dadie, sementara gelandang tengah diisi oleh Mikel Rodríguez dan Carbonell. Gorka Carrera dan Dani Díaz menjadi ancaman utama di lini serang.
Pada menit ke-11, Andrés Martín membuka skor untuk Racing setelah menerima umpan terobosan dari Iñigo Vicente. Gol pertama ini menegaskan dominasi awal Racing, yang terus menekan pertahanan Real Sociedad B. Delapan menit kemudian, pada menit ke-14, Guliashvili menambah keunggulan Racing dengan tembakan akurat ke sudut kanan gawang setelah memanfaatkan ruang yang diciptakan oleh Vicente.
Real Sociedad B mencoba merespons melalui Gorka Carrera, yang pada menit ke-88 berhasil mengeksekusi gol balasan setelah menerima umpan silang dari Lander Astiazaran. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk mengubah hasil akhir pertandingan.
Puncak aksi terjadi pada menit ke-95, ketika Iñigo Vicente menutup skor dengan gol ketiga Racing. Vicente, yang juga menjadi pencipta dua assist pada babak pertama, memanfaatkan kesalahan defensif Gorka Carrera dan mengirimkan bola ke dalam kotak penalti, menambah keunggulan timnya hingga 3-0 sebelum gol balasan Sanse.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Racing dalam penguasaan bola (56% vs 44%) dan jumlah tembakan (14 tembakan, 9 tepat sasaran) dibandingkan Real Sociedad B yang hanya mencatat 9 tembakan, 5 di antaranya tepat sasaran. Kedua tim masing-masing mencatat lima kartu kuning, tanpa kartu merah. Total pelanggaran yang dilakukan Racing lebih tinggi (28), namun mereka berhasil memanfaatkan peluang lebih efisien.
Berikut rangkuman statistik utama:
| Statistik | Racing | Real Sociedad B |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 56% | 44% |
| Tembakan | 14 | 9 |
| Tembakan tepat sasaran | 9 | 5 |
| Kartu Kuning | 5 | 5 |
| Kartu Merah | 0 | 0 |
| Pelanggaran | 28 | 14 |
Hasil ini menegaskan kembali ambisi Racing untuk mengamankan promosi ke Primera División. Dengan total 65 poin setelah 36 pertandingan, mereka memimpin klasemen dengan jarak signifikan dari tim berikutnya. Sementara itu, Real Sociedad B tetap berada di zona aman sementara, namun hanya selisih tujuh poin dari zona degradasi, sehingga setiap poin berikutnya menjadi krusial untuk mengamankan tempat mereka di LaLiga Hypermotion musim berikutnya.
Para pelatih menilai pentingnya konsistensi. José Alberto menekankan bahwa kemenangan ini merupakan hasil kerja keras dan kedisiplinan taktis, sementara Ion Ansotegi mengakui bahwa timnya perlu meningkatkan pertahanan dan memanfaatkan peluang lebih baik di sisa musim.
Dengan hanya tujuh pertandingan tersisa, persaingan di puncak serta di zona relegasi semakin ketat. Racing akan berusaha mempertahankan performa impresif mereka, sementara Real Sociedad B berupaya menambah poin demi menjaga jarak aman dari bahaya degradasi.











